Selasa, 03 Juli 2018

PBNU Serukan Perkuat Persatuan dan Persaudaraan Bangsa

Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketum PBNU KH Said Aqil Sirajd.
DutaIslam.Com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menguatkan persaudaraan dan persatuan. Segala bentuk perbedaan agama, suku, atau pilihan politik tak boleh memecah belah kita sebagai satu bangsa yang utuh.

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengingatkan tentang realitas bangsa Indonesia yang sudah menjalin kesepakatan dalam bernegara. Meskipun bukan negara Islam, Indonesia adalah konsensus bersama dari berbagai elemen negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim.

“Kita sudah beranji untuk membangun negara ini secara bersama. Karena kita bersaudara maka kita punya kesepakatan. Kesepakatan itu saya menamakannya 'itifaqat akhawiyah' (kesepakatan atas dasar persaudaraan)," katanya.

Ia mengimbau untuk tak hanya berpaku pada persaudaraan atas dasar agama Islam (ukhuwah islamiyah) tapi juga kebangsaan (ukhuwah wathaniyah). Hal inilah, kata Kiai Ma’ruf, yang selama ini menjaga Indonesia tetap utuh meski di tengah penghuninya yang amat majemuk.

Kiai yang juga Ketua MUI ini menyampaikan hal tersebut dalam acara Halal bi Halal yang digelar PBNU di halaman kantor, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (03/07/2018) malam.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di panggung yang sama juga menegaskan bahwa persoalan dikotomi antara agama dan nasionalisme di Indonesia sudah selesai. Sejak Indonesia belum merdeka pendiri NU Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah mengenalkan semangat cinta tanah air melalui jargon “hubbul wathan minal iman”.

Kiai Said mengajak masyarakat untuk bangga menjadi bangsa Indonesia yang mampu menyelesaikan dikotomi tersebut di tengah bangsa-bangsa Timur Tengah yang masuk dirundung konflik oleh persoalan ini. Secara budaya, menurutnya, Indonesia juga tak kalah dari negara-negara Barat ataupun Arab.

Ketua PBNU H Marsudi Syuhud selaku ketua panitia juga menegaskan, halal bi halal merupakan tradisi yang digagas oleh salah satu pendiri NU KH Wahab Chasbullah dari Jombang untuk menyatukan para elit politik dan para elit organisasi yang saat itu sedang berseteru.

“Tradisi kumpal-kumpul yang sering dilakukan oleh warga NU tersebut pada akhirnya diterapkan oleh seluruh elemen bangsa, dari mulai masyarakat, organisasi, dan instansi pemerintah,” ujar Marsudi saat memberi sambutan.

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Selain itu, tampak pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, para duta besar negara-negara sahabat, serta utusan majelis-majelis agama. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini