Selasa, 24 Juli 2018

NU Kalbar Diharapkan Punya Media Penyiaran Sendiri

PWNU Kalimantan Barat menerima kunjungan silaturrahim salah satu Komisioner KPI Pusat, Senin, (23/7/2018) sore, di Sekretariat PWNU Kalimantan Barat Jalan Veteran Pontianak.
DutaIslam.Com - Dalam rangka memperkuat pemahaman warga Nahdiyin khususnya di Kalimantan Barat dalam pemanfaatan media, baik media penyiaran maupun media sosial, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat menerima kunjungan silaturrahim dengan salah satu Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Senin, (23/07/2018) sore, bertempat di Sekertariat PWNU Kalimantan Barat Jalan Veteran Pontianak.

Hadir dalam kesempatan ini, Komisioner KPI Pusat Ubaidillah Sadewa, Wakil Sekretaris PWNU Kalbar Dr Zulkifli Abdillah, Ketua LPBINU Kota Pontianak Suryadi, dan pengurus IPNU-IPPNU Kalbar, LTN PWNU Kalbar, serta PMII IAIN Pontianak.

Zulkifli Abdillah menyambut baik kehadiran komisioner KPI Pusat untuk bersilaturrahim dengan pengurus PWNU Kalbar dan Banom, serta berdiskusi mengenai media penyiaran serta peran dan tantangan warga nahdiyin yang dihadapi.

"Dalam konteks Kalbar kita memang belum punya media penyiaran sendiri baik berupa TV maupun radio yang concern mensyiarkan dakwah Islam Ahlu Snnnah Wal Jama'ah, Kedepan memang kita perlu menghimpun segenap potensi warga Nahdiyin khususnya di Kalimantan Barat untuk membuat sebuah media penyiaran sendiri milik NU agar syiar NU di Kalbar tetap terjaga. Apalagi NU merupakan salah satu ujung tombak penjaga NKRI. Tugas NU adalah mengamalkan nilai Tawazun (keseimbangan) termasuk dalam hal dakwah di media penyiaran baik tv maupun radio," ujar pria yang juga merupakan Sekertaris MUI Kalimantan Barat ini.

Ubaidillah Sadewa selaku Komisioner KPI Pusat mengatakan, kewenangan KPI sebagai lembaga yang mengawasi media penyiaran di atur dalam UU no 32 tahun 2002 tentang penyiaran. "KPI bertugas mengawasi kepentingan masyarakat terkait lembaga penyiaran baik yang bersifat publik, swasta, komunitas maupun lembaga penyiaran langganan," jelasnya.

Menurutnya, NU dengan masa yang berjumlah kurang lebih 90 juta jiwa di seluruh Indonesia punya potensi untuk menggarap media penyiaran khususnya media penyiaran komunitas dan media penyiaran berlangganan. "Melalui pesantren-pesantren NU di daerah, NU bisa menghadirkan media penyiaran komunitas. Begitupula dengan media penyiaran berlangganan seperti TV Kabel dan sebagainya. Di sana ada konten-konten keagamaan yang bisa digarap oleh NU," ujar Ubaidillah.

"Terkait media sosial, kita sebagai warga NU di semua tingkatan juga perlu ikut meramaikan media sosial dengan konten-konten Islam NU. Hal ini bisa dimulai dengan mendata dan membuat video dengan durasi singkat yang berisi ceramah singkat para kiai Muda NU yang punya kualitas dan kapabilitas di bidangnya dan kemudian disebarkan melalui media sosial seperti youtube dan facebook. Begitupula dengan quotes dan konten-konten Islam Aswaja lainnya. Sudah saatnya warga Nahdiyin memanfaatkan media sosial untuk kepentimgan dakwah NU," pungkasnya menambahkan. [dutaislam.com/fauzi/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini