Rabu, 18 Juli 2018

Menyebut Felix Siauw "Ustad" Sudah Menghina Akal Sehat


Oleh Kajitow Elkayeni

DutaIslam.Com - Menyebut felix Siaw "ustad" itu sebenarnya menghina akal sehat. Jika yang dimaksud dari kata itu adalah ulama. Predikat ulama tidak hanya dihasilkan dari membaca buku, koar-koar di Twitter, ikut halaqoh sesat HTI. Ulama itu hasil proses lahir batin.

Secara keilmuan, saya tentu lebih diakui daripada Felix. Saya punya ijazah pesantren. Saya berproses sejak kecil, berguru pada banyak ulama. Namun saya tidak pantas disebut ulama. Meskipun pernah mengajar kitab kuning. Batin saya belum siap. Ketika membuat pandangan keagamaan, saya akan meminta fatwa ulama sungguhan.

Ulama palsu seperti Felix ini kelihatan jelas kualitas batinnya. Ulama asli itu akan jernih dalam melihat persoalan, adabnya tinggi, tawaduk. Muallaf bernama Felix yang lebih pantas jadi murid saya itu tidak tahu diri. Kelasnya baru santri luar, tapi lagaknya sudah seperti ulama besar.

Santri luar itu dalam tradisi pesantren, adalah orang yang hanya mengaji paruh waktu. Kualitasnya sangat jauh dengan santri dalam, yang 24 jam dalam pengawasan kyai. Apalagi jika dibandingkan dengan santri "buki". Apalagi dengan ulamanya.

Berkata keras pada kyai saja adalah aib bagi kami. Melawan pandangan matanya banyak yang tak berani. Berpikir buruk terhadap kyai itu dosa. Ini karena adab. Apalagi jika sampai menantang para 'alamah sekelas Gusmus, Mbah Mun Sarang, Kyai Said, Habib Luthfi, dll. Felix ini jelas kurang ajar.

Saya tidak suka kekerasan, tapi menghukum secara tepat boleh saja. Felix ini sekali-kali perlu digampari mulutnya. Kalau dia mau keluar dari Islam lagi, ya silakan. Kami yang Islam senior ini tidak butuh Felix. Islam dadakan saja sudah berani menyebut ulama kami sebagai kaum Luth. Ini jelas sudah melampaui batas.

Tanpa Felix, Islam kami damai. Tanpa Felix, kehormatan ulama kami tetap di tempatnya. Dengan ini saya memohon pemeluk agama-agama lain, tolong ambil Felix Siauw itu. Jadikan jamaah kalian. Kami bangsa Indonesia yang muslim tak butuh dia. Orang ini hanya jadi aib bagi Islam.

Kalau agama-agama di Indonesia tidak mau menerima Felix karena tabiat buruknya, tolong yang ateis membukakan pintu. Terima dia sebagai bagian dari kalian. Orang seperti Felix ini hanya mengotori agama.

Felix ini hanya mengaku-ngaku Islam. Padahal keislamannya dipertanyakan. Islam itu agama damai. Menghormati yang tua, menyayangi yang muda. Hormat pada ulama, toleran pada pemeluk agama berbeda. Felix ini beda gaya islamnya. Jangan-jangan bukan Islam? Ada bau-bau Abu Lahabnya.

Jadi dia ini bukan ulama, bahkan keislamannya itu dipertanyakan. Maka sangat tidak layak ketika dia mempersoalkan khasais (ciri khas) yang bernama Islam Nusantara. Jelas ketololannya itu akan menyebabkan fitnah meraja lela.

Orang bodoh yang menjerumuskan banyak orang bodoh lain ke jurang kesesatan.

Umat Islam harus disadarkan terhadap "penyusup" seperti Felix ini. Dulu ada orang Belanda mengaku-ngaku masuk Islam. Namanya Snouck Hurgronje. Dia mulai menyusupkan perpecahan di kalangan ulama Aceh waktu itu. Pelan-pelan dia menggiring pada permusuhan. Belakangan kedoknya terbongkar. Dia ini kafir asli.

Saya curiga, Felix ini juga dalam misi yang sama. Apakah kata-kata saya ini kejam? Ini naluri yang wajar ketika melihat polah Felix telah melampaui batas. Apalagi dia salah satu pengikut ormas sesat lagi berbahaya bernama HTI. Kata-kata Felix itu jauh lebih kejam dan memancing amarah jutaan umat Islam.

Mualaf itu mestinya tahu diri. Duduk di belakang minta fatwa, doa, restu, bimbingan dari ulama. Bukan berlagak jagoan menyebut ulama kami liberal, kaum luth (pelaku sodomi).

HTI sudah dilarang di Indonesia, mestinya simpatisan HTI juga dibatasi ruang-gerak ceramahnya. Jangan sampai orang-orang seperti Felix ini mempengaruhi yang lain untuk melawan negara. Virus kebencian Felix ini harus dilenyapkan. Sel-sel tidur teroris dibentuk oleh orang semacam Felix ini. Dia memang tidak mengajarkan bom, tapi dia menyemai rasa permusuhan.

Orang yang baru saja masuk Islam ini merasa paling berhak menilai Islamnya para ulama. Menjadi bagian dari motor gerakan purifikasi agama. Dan di Medsos dia dianggap dewa. Dielu-elukan dan dipanggil ustad. Padahal sekali-kali dia bukan ulama. [dutaislam.com/gg]

Source: Kajitow Elkayeni

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini