Selasa, 10 Juli 2018

Mengurai Maksud NU Sudah Agama Mbah Munif Zuhri


Oleh Ayik Heriansyah

DutaIslam.Com - Bagi saya apa yang disampaikan Mbah Munif "NU itu sudah agama" adalah hal biasa. Betul maknanya NU bikin ad-Diin baru kalau membacanya dengan frame non NU.

Kalau saya sebagai orang yang ngaji dan ikut jadi pengurus NU memahami frase itu maksudnya NU minad diin (NU bagian dari agama).

Gaya bahasa sebagian menunjukkan seluruh sebagai stressing dari akan pentingnya "sebagian" tadi banyak digunakan Nabi Saw. Misalnya al-Hajju Arafah 'haji itu wuquf di Arafah'. Bukan berarti ibadah haji itu hanya wuquf. Tapi maksudnya stressing akan pentingnya wuquf di Arafah dalam rangkain ibadah haji. Contoh lain hadits Nabi Saw: ad-Diinu nashihah. Agama itu nasehat. Menurut nalar non NU agama itu nasehat faqad, gak ada shalat, puasa, haji, zakat, dll? Padahal maksudnya nasehat itu bagian dari ad-Diin.

NU, Muhammadiyah, Persis, FPI dan ormas Islam yang lain sebagian dari pengamalan agama khususnya ajaran tentang membentuk kelompok yang melakukan amar ma'ruf nahi munkar pada surat Ali Imran: 104.

Bagi nahdliyin NU itu penting dalam pengalaman Dinul Islam. Sampai terungkap kata "NU itu sudah agama" atau "Agama NU".

Seperti yang pernah saya posting, agak susah bagi non NU memahami maksud dari perkataan Kiai kiai NU kalau bermodal hanya nalar bayani dan burhani tanpa irfani.

NU itu ormas. Istilah Agama NU itu majaz. Maknai secara majazi. Kalau dimaknai secara hakiki, sesat tanggung sendiri. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini