Jumat, 27 Juli 2018

Kisah Petir Melindungi Tubuh Rasulullah

Petir Melindungi Tubuh Rasulullah. Ilustrasi: Istimewa.
DutaIslam.Com – Dari deretan para nabi dan rasul yang paling banyak memiliki mukjizat adalah Nabi Muhammad SAW. Rasulullah banyak memiliki mukjizat yang salah satunya dilindungi petir ketika beliau hendak dibunuh.

Dikisahkan, pada zaman Rasulullah tidak sedikit sahabat yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri kehebatan mukjizat beliau. Yang spektakuler, tubuh Rasulullah memancarkan nyala api dan petir. Nyapa api dan petir tersebut menjadi tameng dari serangan lawan yang hendak membunuhnya.
Suatu saat, Rasulullah berangkat menuju medan Perang Hunain yang terjadi tanggal 10 Syawal 8 H.

Diantara pihak musuh yang ikut saat itu lelaki bernama Syaibah bin Usman bin Thalhah. Ayah dan paman Syaibah terbunuh dalam Perang Uhud. Keikutsertaan Syaibah dalam Perang Hunain tak lain untuk membalas dendam atas kematian bapak dan pamannya.

Syaibah mengetahui Rasulullah SAW turut serta dengan pasukan Islam dalam Perang Hunain. Dirinya pun ikut bergabung dengan pasukan kafir Quraisy menuju suku Hazawin. Harapannya, bila perang berkecamuk, dirinya akan mencari kesempatan dan menunggu saat yang tepat untuk membunuh Rasulullah SAW. Dengan demikian, dirinya dapat menyelesaikan balas dendam kaum kafir Quraisy terhadap Rasulullah SAW.

Syaibah telah memperhitungkan rencananya dengan matang agar tak sampai gagal. Pedangnya pun dibawa dan telah diasah tajam hingga nanti dapat sekali tebas kepala Rasulullah SAW langsung pisah dari badannya.

Hari yang ditunggu pun tiba. Perang sedang berkecamuk dengan hebatnya. Syaibah terus mengintai gerak gerik Rasulullah SAW karena dialah sasaran utamanya. Hingga tibalah saat yang ditunggu oleh Syaibah. Saat orang-orang Islam porak poranda dan bercerai-berai oleh serangan gencar pasukan panah kaum kafir yang bertubi-tubi pasukan Islam tak mampu melindungi Rasulullah SAW. Syaibah langsung mengeluarkan pedangnya sambil mendekati Rasulullah SAW. Serangan pun dilancarkan.

Berkat kuasa Allah, tiba-tiba nyala api keluar daru tubuh Rasulullah SAW seperti petir yang menyambar-nyambar dan nyaris menyambar wajah Syaibah. Petir itu seakan melindungi tubuh Rasulullah SAW dari serangan Syaibah. Melihat kejadian itu, Syaibah langsung menutup wajahnya karena rasa takut. Dirinya langsung berlari menjauhi Rasulullah SAW. Namun justru Rasul memanggil Syaibah.

"Wahai Syaibah, datanglah kemari," ujar Rasulullah SAW.

Dengan perasaan takut, Syaibah pun mendekat. Rasulullah SAW lalu meletakkan tangannya di dada Syaibah. Rupanya beliau mengerti kalau Syaibah ketakutan dan gemetaran. Beliau mengusap-usap dada Syaibah seraya berdoa,

"Yaa Allah, lindungilah dia dari bisikan setan."

Pada saat itu juga, tak ada yang lebih dicintai oleh telinga, mata, dan segenap jiwa Syaibah kecuali Rasulullah SAW. Perasaan benci dan dendam kepada Rasulullah SAW tiba-tiba saja sirna berganti kecintaan yang luar biasa hebatnya.

"Mari ikut berjuang bersama kami, " kata Rasulullah SAW.

Syaibah langsung berdiri tegak di hadapan Rasulullah SAW. Syaibah lantas melancarkan serangan balik menghantam kaum kafir yang memusuhi Rasulullah SAW dan para sahabat-sahabatnya. [dutaislam.com/pin]

source: sarkub.com

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini