Kamis, 19 Juli 2018

Hoax Kuadrat Banser Aniaya Sek FPI Wonosobo dan Dusta atas Nama Gus

Hoax Banser Pukul Sekretaris FPI. Foto: dutaislam.com
DutaIslam.Com – Beredar broadcast tiga anggota Banser menganiaya Sekretaris Fron Pembela Islam (FPI) Wonosobo yang disebut-sebut Gus Abbas. Banser dituduh memukuli orang orang yang disebut Gus Abbas tersebut, Rabu (18/07/2018).

Dutaislam.com mendapat klarifikasi mengenai kebenaran BC tersebut dari Kasatkorcab Banser Wonosobo Kurniyanto. Berikut 9 poin klarifikasi dan kronologi kabar provokatif tersebut:

1.Tanggal 18 juli 18.30 3 orang Banser kota Wonosobo atas keluhan warga bahwa ada seorang yang bernama Basirin biasa di panggil Erin, pedagang buah, pengurus FPI Wonosobo, yang kerap mengajak masyarakat untuk ikut FPI. Anggota Banser  mendatanga rumah saudara Erin untuk bertabayun, melakukan klarifikasi.

2. Ketika didatangi Banser saudara Erin malah menantang, dengan mengatakan “Ia, saya pengurus FPI, kalian mau apa?” hingga akhirnya terjadi saling dorong (bukan pemukulan seperti yang diberitakan).

3. Tidak benar bahwa namanya adalah Gus Abbas. Namanya adalah Basirin dan bukan Gus. Namun berdasarkan pengakuan saudara Erin dia adalah pengurus FPI.

4. Kasatkorcab Banser Wonosobo bersama Kapolres lalu turun melakukan konsolidasi dan mengintruksikan Banser yang sudah banyak berkumpul di daerah Kalianget, dekat dengan rumah saudara Erin, karena aksi provokasi dari saudara Erin (Basirin) itu.

5. Tidak benar jika Banser melakukan aksi penyerbuan ke kediaman Pak Mukholid, ketua FPI Wonosobo. Rencana tabayyun ke Pak Mukholid diurungkan karena takut tak terkendali. Untuk sekedar Informasi bahwa adik dari pak Mukholid adalah seorang banser yang bernama sahabat Nurcholis. Norcholis juga menyayangkan kenapa kakaknya bisa jadi ketua FPI

6. Hari ini rencana akan dilakukan pemanggilan oleh pihak Polres Wonosobo pada pengurus FPI atas isu-isu provokatif yang tidak benar yang disebar oleh pihak-pihak tidak bertanggung Jawab.

7. Beberapa ketua Ormas kepemudaan yang ada di Wonosobo menyatakan dukungan terhadap Banser yang dilakukan via telepon ke Kasatkorcab karena memang selama ini keadaan FPI di Wonosobo meresahkan Masyarakat.

8. Hal-hal yang seperti ada korban luka dan dibawa kerumah sakit itu tidak benar. “Lha wong didorong saja masa sampe berdarah-darah”

9.Hati-hati terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atas provokasi yg disebarkan.
Salah satu yang aneh dalam BC tersebut ketika Banser bertanya kepada Basirin yang diplintir menjadi Gus Abbas.

“Apakah sampeyan yang menyebar-nyebarkan FPI,” tanya Banser.

“Kulo mboten nyebarke, nek pengurus nggeh (memang benar saya pengurus, tapi tidak mengajak orang untuk ikut FPI),” katanya dengan bahasa Jawa halus.

Sejak kapan orang FPI jadi berbahasa “nggeh- “mboten” dan “mboten nopo-nopo” bila berhadapan dengan Banser? [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini