Minggu, 29 Juli 2018

Hati-Hati Jebakan di Medsos, Banyak Orang Bertanya Karena Ingin Menghakimi

Hati-hati jebakan di Medsos. Ilustrasi: Istimewa.
DutaIslam.Com – Media sosial telah menjadi dunia baru bagi masyarakat Indonesia. Hampir bisa dipastikan, komunikasi lebih banyak dilakukan di media sosial dari pada di dunia nyata.

Ironisnya, masih banyak orang tak bisa menggunakan media sosial dengan bijaksana. Media sosial yang seharusnya jadi perekat hubungan sesama, justru sering menjadikan hubungan renggang, bahkan kocar-kacir. Karena banyaknya fitnah dan berita bohongan yang bertebaran.

Inilah yang perlu disadari oleh pengguna media sosial. Jangan sampai mudah terpengaruh dengan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya, sebelum melakukan kroscek ulang atau analisa yang mendalam.

Fakta lain, terkadang orang bertanya di media sosial bukan karena tidak tahu permasalahan. Melainkan hanya untuk menyalahkan orang lain dengan cara menjebak. Selain itu, ada juga yang bertanya karena ingin menghakimi orang lain.

Diungkapkan Rois Syiriah PCI NU Australia Nadirsyah Hosen, di medsos banyak yang terjadi demikian. 

“Di medsos banyak yang bertanya bukan karena butuh penjelasan atau jawaban. Bertanya denga menghakimi dia benar, yang lain salah atau bertanya untuk menjebak sehigga apapun jawaban kita akan digoreng. Untung saya gondrong, jadi gak polos di medsos,” ujar Gus Nadir, melaui akun Twitternya, Sabtu (28/07/2018).

Gus Nadir termasuk Kiai NU yang aktif di media sosial. Hampir setiap hari tak ketinggalan meramaikan jagad media sosial untuk memberikan sumbangan gagasan, baik soal-agama maupun politik di tanah air. Dia pun kerapan mendapat serangan dari pengguna media sosial yang tak bijaksana.

Ungkapan Gus Nadir tersebut mendapat pembenaran dari pengguna medsos bernama Sam Ardi. Tak hanya berpendapat, Sam bahkan menceritakan pengalaman pribadinya.

“Iya, ada yang nanya buat ngetes doang kok, nanya dengan pertanyaan retoris. Yang pernah saya temui misalnya: "emang Wahabi apaan sih?" dijawab sama saya, malah nyerocos dakwah tauhid dll. Modelan kayak gini kudu "dikunci" langsung, biar sadar diri nafsu besar pengetahuan kurang,” kata Sam membalas cuitan Gus Nadir.

Medsos kini ibarat hutan belantara. Selain banyak kegunaan juga penuh dengan “singa-singa” yang siap memangsa. Demikian editorial dutaislam.com kali ini.[dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini