Minggu, 15 Juli 2018

Dulu, NU Itu Memang Agama

KH Abdullah Husain, Ketua RMI MWC NU Tahunan, Jepara.
DutaIslam.Com - Pasca tragedi komunisme 1965, NU jadi simbol perlawanan umat Islam di seluruh negeri. Termasuk di Kabupatan Jepara.

"Memperjuangkan NU waktu itu beratnya seperti memperjuangankan agama Islam," kenang KH Abdullah Husain, di Pondok Pesantren Miftahun Najah, Tahunan Jepara, Ahad (15/07/2018).

Menurut kiai yang kini jadi ketua RMI NU Tahunan tersebut, untuk mengenalkan NU harus amaliyahnya dulu yang dikenalkan, "pakai NU tidak bakal diterima, karena takut," ungkapnya.

Kiai alumni Tegalrejo Magelang itu masih teringat ada rumah anggota Banser di Jepara yang dibakar oleh preman sewaan partai politik, yang dikenal sangat menekan NU.

"Taruhan nyawa kang berjuang di NU waktu itu," imbuh Kiai Husain di sela-sela mengikuti sidang komisi Bahtsul Masail Muskercab NU Jepara ke-5, di ndalem Kiai Imam Husni, Tahunan, Jepara.

Waktu itu, lanjut Kiai Husain, warga NU di Jepara memang terasa betul menghidupi NU. "Ngaku NU waktu itu sangat membahayakan, tidak seperti sekarang, siapa saja ngaku-ngaku," tambahnya.

Ia menerangkan, "yang ngaku-ngaku aswaja belum tentu NU, tapi NU pasti aswaja," tegasnya kepada DutaIslam.com.

Karena itulah, Kiai Husain mendukung pernyataan KH Munif Zuhri yang menyebut "NU sudah agama".

"Saking banget pentingnya NU hingga beratnya seperti memperjuangkan agama Islam itu sendiri," pungkasnya. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini