Rabu, 25 Juli 2018

Bos Itali Lecehkan Merah Putih, Karyawan Ini Marah Lalu Mengundurkan Diri

Curhatan Karyawan mengundurkan diri setelah bosnya dari Itali melecehkan Bendera Merah Putih. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com – Siti Nur Aiun, mengaku salah satu Karyawan Agusta Eco Resort Sorong mengundurkan setelah bosnya berkebangsaan Itali dianggap melecehkan bendera Merah Putih. Merasa sakit hati karena bendera negara dilecehkan Ainun pun mundur dari perusahaan tersebut.

"Hari ini kami mencoba berbicara ketika di sesi breving di perusahaan dan mencoba menyampaikan agar speed board resort hendaknya memiliki bendera Merah Putih di atasnya. Tapi bosa kami malah marah dan bilang itu tidak penting,” tulis Ainun di akun Facebooknya, Ahad (23/07/2018).

Tak hanya sebatas bilang tidak penting, bos dari Itali itu, kata Ainun, bahkan menganggap merah putih dengan sebutan bendera bodoh.

“Itu tidak penting.. dan untuk apa memasang bendera bodoh itu. Saya dari Itali jadi harus memasang bendera Itali,” kata Ainun meniruan ucapan bosnya.

Setelah bosnya bertanya mengapa harus memasang bendera merah putih, Ainu mencoba menjelaskan bahwa memasang bendera merah putih adalah aturan. Tetapi malah dia minta aturannya dan mengatakan bahwa Indonesia sering membuat aturan bodoh.


“Dia bertanya mengapa harus pasang dan saya bilang karena aturan dari pihak angkatan laut juga sudah ditegur. Dan dia bilang mana aturannya. Tulis dan berikan ke saya dalam bentuk formal. Dan dia berkata bahwa orang Indonesia seenaknya membuat aturan bodoh dan merubahnya setiap saat,” kata Ainun menjelaskan.

Ainun merasa tersinggung karena negaranya dilecehkan oleh asing. Namun, apalah daya, dia hanya seorang karyawan yang tak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa dilakukannya hanya curhat di FB dan meminta kepada angkatan laut supaya memproses resort tersebut.

“Jujur sebagai orang Indoensia hati saya hancur dan pecah. Namun apalah daya saya hanya seorang karyawan kerja dan tinggal di perusahaanya. Jadi oleh karena itu saya sangat berharap kepada angkatan laut agar bisa memproses resort ini,” ujar Ainun.

Ainun juga mengungkap bahwa selama bekerja di perusahaan tersebut, termasuk juga tenaga kerja lainnya, tanpa kortrak BPJS.

“(Kami berharap kepada angkatan laut, Red) menugaskan pihak depnaker raja empat agar mengurus tenaga kerja di sini juga. Karena kami kerja tanpa kontrak BPJS dan semua binefit lainnya. Beberap staf juga pernah melapor tapi pihak depnaker tak kunjung datang,” katanya.

“Maaf sebelumnya jika kata-kata saya ada yang salah. Saya sangat emosi dan saat menulis ini. Mohon maaf dengan tag yang kami bikin. Kami hanya ingin didengar,” katanya kemudian.

Selang sehari setelah curhatannya, Ainun lantas mengundurkan diri. Surat pengunduran diri tertanggal 24 Juli 2018 dengan ditulis tangan. Surat itu pun viral di media sosial. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini