Minggu, 17 Juni 2018

Mereka Terus Menghujat NU dan Teriak Kebencian Karena Ini


Oleh Abdulloh Faizin

DutaIslam.Com - Semoga dengan barokahnya Romadlon dan idul fitri Alloh memberkatinya, dan mampu membangunkan kesadaran kita dari umpatan dan makian dosa, kepada sesama terutama para alim ulama kita.

Masih senyampang dengan perjalanan Gus Yahya dalam lawatan pesan rahmah kasih sayang antar sesama belum sempurna dipahami bahkan masih dihakimi tak manusiawi dan disebarkan di medsos tiada henti, mereka tak meresapi ayat ini.

Tafsiranya Ibnu Katsir:

 ﻭﻗﻮﻟﻪ : } ﻭﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﻨﺎﻙ ﺇﻻ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﻠﻌﺎﻟﻤﻴﻦ

Artinya:
Dan tidak kami mengutus engkau (Muhammad)  kecuali rahma bagi seluruh alam.

 { ﻳﺨﺒﺮ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﻠّﻪ ﺟﻌﻞ ﻣﺤﻤﺪﺍً ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﻠﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﺃﻱ ﺃﺭﺳﻠﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﻬﻢ ﻛﻠﻬﻢ، ﻓﻤﻦ ﻗﺒﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﻭﺷﻜﺮ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻨﻌﻤﺔ ﺳﻌﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﻵﺧﺮﺓ، ﻭﻣﻦ ﺭﺩﻫﺎ ﻭﺟﺤﺪﻫﺎ ﺧﺴﺮ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﻵﺧﺮﺓ،

Artinya:
"Barang siapa yang menolak ajakan rahmah meremehkan (angas) maka akan rugi dunia akhirat..."

Selayaknya pribadi muslim masih harus merasakan aksentualisasi sentuhan kesejukan bulan suci dan keindahan artistika silaturrahmi persaudaraan di hari fitri ini.

Namun nyatanya masih ada sempalan sempalan yang memperparah keadaan dan memecah perdamaian dengan pergunjingan pergunjingan liar yang tak berakhir.

Kelompok pergunjingan mereka adalah kelompok orang orang lemah tak bisa apa-apa dan tak memiliki apa-apa serta tak mampu bertindak apa-apa, tarjet dan proyektifitas mereka hanya menggiring serta merapuhkan citra kewibawaan ulama dan NU. Titik.

Mereka hanya bisa mengumpat mencaci dan menfitnah gus Yahya yang dianggap representatif menghantam dan melemahkan NU, dan mungkin itu yang dianggap mampu melepaskan dan bisa menghempaskan kelaparan mereka dari teriakan takbir emosional dan demo yang mereka atrasikan.


  1. Mengapa mereka marah? Karena mereka tak punya rahmah dan tidak pernah diajarkan ramah. Mengapa mereka mencaci? Karena mereka tak pernah belajar menghargai dan memuji. 
  2. Mengapa dakwah mereka selalu mengejek serta menginjak? Karena mereka tak pernah memahami arti dakwah mengajak. 
  3. Mengapa mereka pernah tak bisa merangkul? Karena mereka hanya dilatih keras dan memukul. 

Dengan terjamah tekstualiitas ayat ayat Al-Qur'an dan penafsiran subhat atas akal dan otot okol kedengkian. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga, membangun perseteruan intern umat Islam dan menaburkan benih-benih permusuhan sesama manusia.

Orang orang akan cerdas akan memahami keadaan tersebut dengan otak jernih tanpa tendensi politik apapun, kedok kedok kebejatan mereka akan terkuliti sendiri sedikit demi sedikit selama masih bertandang melemparkan cacian.

Lihatlah ribuan akun abal dan fan page yang dibungkus nama Islam yang mereka tebarkan tidak ada kebaikan sama sekali, hanya provokasi dan agitasi tiada henti, nilai rasa kemana kemanusiaannya terlepas seperti terkelupasnya urat urat syaraf dan sentuhan kulit ari.

Hingga nasehat dan kata kata indah rahmah pun tak mempan menenbus dinding pembulu jantung kejiwaan mereka hingga tertutup, seperti ayat quran.


﴿ ﺧَﺘَﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺳَﻤْﻌِﻬِﻢْ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻫِﻢْ ﻏِﺸَﺎﻭَﺓٌ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ ﴾ .
♦ ﺍﻟﺴﻮﺭﺓ ﻭﺭﻗﻢ ﺍﻵﻳﺔ : ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ‏( 7 ‏) .

Artinya:
"Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat"

Lihat tafsir:

♦ ﺍﻟﻮﺟﻴﺰ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﻟﻠﻮﺍﺣﺪﻱ : ﴿ ﺧﺘﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﴾ ﺃَﻱْ : ﻃﺒﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﻭﺍﺳﺘﻮﺛﻖ ﻣﻨﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺪﺧﻠﻬﺎ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﴿ ﻭﻋﻠﻰ ﺳﻤﻌﻬﻢ ﴾ : ﺃَﻱْ : ﻣﺴﺎﻣﻌﻬﻢ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻨﺘﻔﻌﻮﺍ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﻤﻌﻮﻥ ﴿ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ ﴾ : ﻋﻠﻰ ﺃﻋﻴﻨﻬﻢ ﴿
ﻏﺸﺎﻭﺓ ﴾ ﻏﻄﺎﺀٌ ﻓﻼ ﻳﺒﺼﺮﻭﻥ ﺍﻟﺤﻖَّ ﴿ ﻭﻟﻬﻢ ﻋﺬﺍﺏٌ ﻋﻈﻴﻢٌ ﴾ ﻣُﺘﻮﺍﺻﻞ ﻻ ﺗﺘﺨﻠَّﻠﻪ ﻓُﺮﺟﺔٌ 

Tidak melihat kebenaran karena pendengaranya tak dimanfaatkan tak mendengar nasehat, karena kebencian yang membara.

Bagaimana  sikap kita? Kita tetap doakan mereka semoga wasilah doa yang kita panjatkan menembus dinding langit mengguyurkan hujan petunjuk keganasan sukma mereka, sehingga merasa akan menggeliat dari mimpi mimpi buruk kebringasan mereka.

Selanjutnya bagaimana tindakan kita? Tetap harus terus berusaha sekuat tenaga menasehati dan memperingatkan karena peringatan mesti bermanfaat bagi mereka yang beriman karena Al-Qur'an menyatakan.

ﻭﺫﻛﺮ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺬﻛﺮﻯ ﺗﻨﻔﻊ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ.

Artinya:
Berikan peringatan karena peringatan bagi orang mukmin.

Kalau masih sulit diingatkan lawan mereka dengan lisan dan tulisan atau share tulisan agar mereka tercerahkan. [dutaislam.com/ab]

Abdulloh Faizin, Ponpes Al Balagh, Bulutigo, Lamongan. 

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini