Senin, 04 Juni 2018

Mahasiswa Sains dan Teknologi Rentan Jadi Teroris? Ini Penjelasan Prof Ariel Heryanto

Ariel Heryanto. (Foto: JPNN)
DutaIslam.Com - Pakar sosiologi asal Indonesia Prof Ariel Heryanto yang sekarang menjabat sebagai Herb Feith Professor di Monash University Melbourne mengatakan bahwa Intoleransi di kampus bukan hal aneh.

Hal tersebut, kata Ariel, dapat diduga bahwa yang rentan diajak jadi teroris itu adalah dosen/mahasiswa di bidang sains dan teknologi.

"Mereka terdidik mengejar kepastian salah/benar mutlak. Tidak toleran pada ironi, ambiguitas dan kontradiksi manusiawi," jelasnya melalui akun twitter pribadinya @ariel_heryanto, Ahad (03/06/2018).

Menurutnya, intoleransi itu adalah anak kandung modernitas. "Pasca-modernitas tidak bisa diandalkan sebagai solusi untuk mengatasi berbagai masalah yang dilahirkan modernitas. Tapi setidaknya pasca-modernitas membantu pemahaman tentang apa yang bermasalah pada modernitas," jelas Ariel.

Ariel mengatakan, memang benar bahwa ilmuwan sains and teknologi tidak sembarangan membuat kesimpulan. Mereka "terdidik mengejar kepastian". "Syarat berlapis-lapis. Tapi ujung-ujungnya: keyakinan yang "pasti" bisa dicapai utuh. Beda dari ilmuwan sosial/budaya," ungkapnya.

Twit Ariel tersebut sekaligus mengomentari berita yang menyatakan bahwa fokus beasiswa LPDP mulai tahun 2018 adalah bidang sains dan teknologi.

"Sekedar menggoda sebuah ironi: pemerintah sedang bertempur melawan intoleransi, sambil sekaligus menabur pupuk yang menyuburkan pertumbuhan intoleransi," tandasnya. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini