Kamis, 14 Juni 2018

GP Ansor Tanggapi Nyinyir Fadli Zon pada Gus Yahya: Jangan Ngomong Gombal Tok!

Fadli Zon dan Gus Yaqut. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan kinerja Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) setelah keduanya nyinyir terhadap Gus Yahya Cholil Staquf karena kunjungannya ke Israel.

Gus Yaqut meminta Fadli Zon dan HNW tidak hanya sekedar mengkritik. Melainkan harus membuktikan apa yang mereka perbuat untuk Palestina.

"Nah kita tanya balik tuh Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid sudah melakukan apa? Paling teriak-teriak di pinggir jalan, kalau enggak nge-twit. Tidak melakukan sesuatu," kata Gus Yaqut dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (12/06/2018).

Gus Yaqut mengatakan, siapapun boleh saja mengkritik. Namun, harus juga konsisten. Selain mengkrik juga harus melakukan sesuatu yang nyata.

"Jadi kami terima saja silakan dikritik, tapi konsisten dong, harus konsekuen gitu. Yang ngritik ini juga melakukan sesuatu, jangan ngomong gombal tok," tuturnya.

Gus Yahya mengikuti dialog yang digelar pada hari pertama pembukaan kegiatan Forum Yahudi Amerika, Minggu (10/06/2018). Sedikitnya sebanyak 2.400 orang hadir dalam forum yang moderatori Rabi David Rosen tersebut. Gus Yahya pada kesempatan tersebut menyampaikan banyak hal, diantaranya langkah yang telah dilakukan Gus Dur sebelumnya, hubungan Yahudi dan Islam, dan hingga tentang rahmah (kasih sayang) sebagai pilihan yang harus dikedepankan dalam menyelesaikan suatu konflik.

Dialog tersebut, menurut Yaqut, Gus Yahya menyampaikan pesan kemanuasiaan kepada dunia. Apa yang ingin disampaikan Gus Yahya dalam dialog tersebut bagian kecil dari upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Meskipun cuma kecil efeknya, ini adalah bagian dari perjuangan untuk memerdekakan Palestina, saudara-saudara kita di Palestina," ujarnya.

Gus Yaqut mengibaratkan Gus Yahya seperti lilin yang merelakan dirinya terbakar untuk menerangi sekitar. Gus Yahya tak ambil pusing dengan perundingan yang diterima Gus Yahya dengan memilih hadir di tengah memanasnya Israel dan Palestina.

Gus Yaqut meyakini anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu tidak akan berpihak kepada Israel dalam menyelesaikan konflik dengan Palestina. Dan Gus Yahya sudah menyatakan dengan jelas dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina.

"Yang dibawa ke sana itu misinya, misi memerdekakan Palestina. Meskipun soal hasil kan semua orang belum tau, karena ini masih berproses," katanya.

Lebih lanjut, Gus Yaqut menyebut kehadiran Gus Yahya memenuhi undangan Forum Yahudi Amerika di Israel atas nama pribadi. Langkah itu, sebagai ikhtiar Gus Yahya meneruskan perjuangan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mewujudkan perdamaian Israel dan Palestina.

"Karena yang saya tahu, Gus Yahya ini merasa bahwa ada perjuangan Gus Dur yang harus diteruskan dalam misi perjuangan perdamaian Israel-Palestina, dan sekarang dia punya kesempatan untuk itu," ujarnya.

Sayangnya, kedatangan Gus Yahya lantas dikritik, baik dari masyarakat Indonesia maupun Palestina. Dari Indonesia elit politik yang mengkritik kehadiran Gus Yahya diantaranta Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. Bahkan secara serampangan Gus Yahya dianggap tidak mendukung Palestinan.

"Seandainya kehadiran Gus Yahya bermanfaat untuk Palestina, tentu didukung Palestina. Tapi tidak. Mereka sudah khatam laku Yahudi yang puluhan tahun jajah Palestina, tanpa kenal kasih & keadilan seperti diharapkan oleh Gus Yahya. AJC plintir kunjungan itu untuk keuntungan Israel, bukan untuk Palestina," demikian kata Hidayat Nur Wahid.

Lain lagi dengan Fadli Zon, ia justru nyinyir menyebut Gus Yahya memalukan Indonesia.

"Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pada perjuangan Palestina. #2019GantiPresiden," katanya. [dutaislam.com/pin]

Keterangan: 
Diolah dari CNNIndonesia.com

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini