Senin, 18 Juni 2018

Fahri Hamzah Anggap Enteng Kelompok yang Deklarasikan 1S1S di Indonesia

Fahri Hamzah anggap enteng isu ISIS masuk Indonesia. (Foto: Republika)
DutaIslam.Com - Pada tahun 2015 lalu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tercatat menyatakan terlalu berlebihan jika Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perppu cegah ISIS di Indonesia. Menurutnya, persoalan utama banyak WNI gabung ISIS murni lantaran ekonomi.

"Permasalahan utama dari pemberantasan paham ekstrem yang utama adalah memperbaiki kesejahteraan rakyat," kata Fahri di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis (19/03/2015).

Dia mengatakan, ISIS merupakan produk isu wilayah Timur Tengah sehingga tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Menurutnya, pemerintah jangan gugup dan jangan berlebihan impor isu Timur Tengah karena tidak ada relevansinya dengan kondisi Indonesia, meski banyak orang paham bahwa PKS, partainya Fahri Hamzah, banyak mengusung isu Timur Tengah yang terkesan sebagai komoditas politik semata.

Fahri PKS Dukung ISIS?


"Jangan berlebihan impor isu Timur Tengah tidak ada relevansinya dengan Indonesia," ujarnya.

Fahri menjelaskan permasalahan radikalisme seperti ISIS bukan hanya terkait ideologi saja namun yang paling utama adalah ekonomi. Dia menilai pemerintah harus menguatkan sistem ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kesenjangan ekonomi adalah bom waktu dan itu yang harus diwaspadai," katanya.

Fahri mencontohkan negara Turki (pimpinan Erdogan yang berhubungan mesra dengan Israel hingga kini) yang ekonominya kuat sehingga tidak berpengaruh oleh ISIS, meskipun berbatasan langsung dengan Suriah dan Iran yang merupakan basis ISIS.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan kala itu, Tedjo Edhy Purdjiatno, sempat mengatakan hendak mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo membuat peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk menindak kelompok yang mendeklarasikan diri mendukung ISIS.

"Ya nanti akan ada aturan itu untuk dibuat, bisa saja dalam bentuk Perppu (karena) undang-undang kan lama," kata Tedjo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/03/2015), dikutip Dutaislam.com dari Antara. [dutaislam.com/ab]

Source: Republika

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini