Jumat, 01 Juni 2018

Dipermasalahkan, Suteki Klarifikasi Ungkapan “Micek” di Statusnya

Guru Besar Undip Suteki. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Kata-kata dinilai tidak sopan diungkapkan Guru Besar Undip Semarang Suteki ketika nyetatus soal khilafah di akun Facebooknya Mei 2018 lalu. Ungkapan tersebut menjadi salah satu sorotan dan pertanyaan ketika dirinya di sidang disiplin etik oleh pihak Undip. (Baca: Dosen Undip HTI Nyinyir ke Kiai Karena Kesal)

Suteki mengklarifikasi ucapan tersebut kepada tim penyidang disiplin. Klarifikasi tersebut juga diungkapkan suteki melalui akun Facebooknya, Kamis (30/05/2018). Menurut Suteki, maksud dari kata "Micek" adalah "Mikir Cekak" yang berarti harus mikir keras.

“Kurang sopan menulis kata-kata sesuai standar etik. Misalnya kata: Micek dan Mikeeerrr..! Saya sampaikan bahwa Micek itu singkatan dari Mikir Cekak dan Mikeeerrr. Itu hanya bentuk tekanan supaya jamaah fesbukiyah mau berpikir kerasssss.. Namun demikian saya tetap meminta maaf kepada DKKE bila hal itu dinilai kurang sopan dan dinilai "dapat" berakibat pada martabat Undip. I am so sorry..” tulis Suteki.


Di sisi lain, Suteki juga mengklarfikasi dugaan adanya dukungan kepada HTI. Suteki tetap pada prinsipnya bahwa khilafah bukan ajaran HTI tetapi bagian dari ajaran Islam. Karena khilafah bagian dari ajaran Islam, maka sistem khilafah menurutnya tidak bertentangan dengan Pancasila. Dia membatasinya secara teoritis. Menurut Suteki, antara khilafah dan Pancasila tidak bisa ditandingkan secara apple to apple. (Baca: Dukung HTI, Profesor Suteki Dipecat Undip dari Jabatannya)

“Mendukung khilafah yang diusung oleh HTI. Dalam hal ini saya tetap punya prinsip bahwa khilafah itu bukan ajaran HTI tetapi bagian dari ajaran Islam,” katanya.

“Karena merupakan bagian dari ajaran Islam, maka sistem khilafah secara teoritis tidak bertentangan dengan Pancasila, karena memang keduanya tidak boleh begitu saja ditandingkan secara apple to apple. Tidak bertentangan itu bukan berarti bahwa khilafah kompatible langsung dengan keadaan di Indonesia. Jadi tidak boleh ada pemaksaan penerapan sistem khilafah dalam sistem pemerintahan di Indonesia,” demikian kutipan lengkapnya.

Jika khilafah bukan ajaran HTI mengapa Suteki bersedia membela HTI di pengadilan? Apakah Suteki belum tahu sistem khilafah yang diusung HTI yang bertentangan dengan Pancasila? (Baca: Membongkar UUD Negara Khilafah HTI yang Anti Terhadap Kritik)

Demikian.[dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini