Selasa, 05 Juni 2018

Daftar Tujuh Kampus "Bersarang" Paham Radikal Versi BNPT, Kedokteran dan Eksakta Paling Banyak

Tujuh Kampus Dianggap Kemasukan Paham Radikal. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com – Penangkapan teroris di Universitas Riau menjadi salah satu bukti bahwa terorisme yang berangkat dari pemahaman radikal terhadap agama telah masuk kampus. Situasi ini menghawatirkan karena kampus merupakan tempat generasi muda menimba ilmu pengetahuan.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) bahkan mensinyalir telah banyak perguruan tinggi yang kemasukan paham radikal. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis, setidaknya ada tujuh Perguruan Tinggi (PT) terindikasi kemasukan paham radikal. Parahnya, tujuh kampus tersebut termasuk kampus ternama.

Tujuh kampus tersebut yaitu:

1) Universitas Indonesia (UI) Jakarta

2) Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung

3) Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor

4) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang

5) Insitut Teknologi Surabaya (ITS) Surabaya

6) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya

7) Universitas Brawijaya (UB) Malang

"Saya melihat tidak hanya tujuh kampus itu saja yang terpapar, potensinya besar," kata Nasir akhir Mei lalu.

Padahal, lanjut Nasir, pihaknya telah melakukan deklarasi antiradikalisme di kampus-kampus sejak setahun silam. Nasir kemudian meminta kepada pihak kampus untuk menjaga perguruan tingginya dari paham radikal.

Kemenristekdikti tegas menolak radikalisme di kampus. Setelah Hizbut Tahrir Indonesia (HIT) bubar, maka yang terpapar radikalisme harus kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Agar menindak tegas aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kegiatan radikalisme. Rektor juga diminta mengawasi dengan lebih baik organisasi-organisasi yang memiliki potensi menyebarkan paham radikal di kampus.

Terpisah, Direktur BNPT Hamli, bahkan mengatakan, hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) terpapar paham radikal. Namun, tebal-tipisnya bervariasi.

Pola penyebaran paham radikal, dikatakan Hilmi, sudah berubah. Awalnya dilakukan di lingkungan pesantren. Kini menyasar kampus, baik negeri maupun swasta, baik PTN maupun PTS.

"PTN dan PTS yang banyak kena itu di fakultas eksakta dan kedokteran," katanya.

Cendekiawan muslim Azyumardi Azra menguatkan dengan cerita serupa.

"Sarang terorisme itu justru di perguruan tinggi umum. Kalau kita lihat gejalanya memang menganut paham radikalisme,"  katanya.

Azyumardi menceritakan pengalaman putrinya di UI. Putrinya kerap diajak bergabung oleh kelompok mahasiswa yang diduga berpaham radikal. Namun, alhamdulillah, gagal.

"Putri saya gagal direkrut karena sering kontak bapaknya," ujar Azyumardi.

Azyumardi meminta pemerintah membenahi lingkungan kampus. Salah satunya dengan melatih kembali tenaga pengajar soal nilai kebangsaan. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Diolah dari CNN dan Metrotnenws


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini