Rabu, 06 Juni 2018

Bagaimana Hukum Puasa Seseorang yang Menelan Sisa Makanan di Mulut?

Keterangan rongga mulut. (pict: istimewa)
DutaIslam.Com - Mungkin karena belum dibersihkan, terkadang masih ada sisa makanan di mulut seseorang ketika sudah memasuki waktu imsak (menahan hal-hal yang membatalkan) puasa. Lantas bagaimana hukum puasanya jika sisa makanan itu ditelan?

Membersihkan mulut sebelum memasuki waktu imsak, sejatinya sangat dianjurkan. Selain untuk membersihkan sisa makanan, juga bisa mengurangi bau tak sedap di mulut. Namun terkadang seseorang lupa, sampai waktu imsak tiba belum membersihkan mulutnya, sehingga di mulutnya masih ada sisa makanan. Sisa-sisa makanan yang ada di mulut, sangat mungkin ikut tertelan bersamaan dengan air liur.

Dalam kitab Fathul Muin, Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari menjelaskan ketentuan perihal hukum menelan sisa tersisa atau terselip di sela gigi itu. Berikut ini keterangannya:

فرع-- لو بقي طعام بين أسنانه فجرى به ريقه بطبعه لا بقصده لم يفطر ان عجز عن تمييزه ومجه وان ترك التخلل ليلا مع علمه ببقائه وبجريانه به نهارا لأنه إنما يخاطب بهما ان قدر عليهما حال الصوم لكن يتأكد التخلل بعد التسحر أما اذا لم يعجز أو ابتلعه قصدا فانه مفطر جزما وقول بعضهم غسل الفم مما أكل ليلا والا أفطر رده شيخنا

Artinya, “Jika ada makanan tersisa di sela gigi orang berpuasa, lalu liurnya secara alamiah bukan lantaran kesengajaan membawa sisa makanan itu masuk ke rongga perut, maka puasanya tidak batal karena dua pertimbangan. Pertama, puasanya tetap sah sebatas ia tidak mampu membedakan mana sisa makanan itu untuk lalu membuangnya. Kedua, puasanya tetap sah sejauh ia tidak membersihkan sisa makanan di sela giginya sementara ia sadar ada sisa makanan dan akan terbawa aliran liurnya di waktu siang berpuasa. Pasalnya, saat berpuasa seseorang memang dituntut untuk membedakan sisa makanan dan mengeluarkannya dari mulut. Karenanya sangat dianjurkan sekali bersih-bersih sela gigi setelah sahur. Sedangkan mereka yang mampu menemukan sisa makanan lalu menelannya secara sengaja, jelas puasanya batal.

Sementara guru kami menolak pendapat sejumlah ulama yang mewajibkan pembersihan mulut dari sisa makanan malam hari. Menurut mereka, kalau mulut tidak dibersihkan maka puasanya batal." [dutaislam.com/gg]

Source: NU Online

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini