Kamis, 31 Mei 2018

Tanpa Dimintapun, KH Sholeh Selalu Mendoakan Jawa Timur


Oleh Muslim al-Faqot

DutaIslam.Com - Menjadi santri Ngalah, santri Romo Yai Sholeh merupakan kebanggan tersendiri. Tanpa diminta, beliau dengan keridhoannya senantiasa mendoakan santri, jama'ah, bahkan semua umat manusia tanpa pilah pilih. Tanpa melihat status komlorat atau melarat, rakyat atau pejabat, dan muslim atau non muslim semua di rangkul tanpa memukul, semua diayomi dan diayemi.

Terlebih lagi setiap kegiatan rutin bersama masyarakat, seperti Selosoan Khususiyah Thoriqoh, Sholat Qiyamul Lail malam Jum'at, Rutinan Seninan, Dzikrul Ghofilin serta Sholat Malam Lailatul Qodar, Jawa Timur selalu didoakan secara khusus.

Tanpa dimintapun beliau terus mendoakan umat manusia, apalagi jika ada tamu yang bersilaturahmi dengan beliau, tentu beliau dengan ramah memberikan restunya.

Maka sangat wajar ketika ada salah satu kontestan Pilkada Jatim bersilaturahmi memohon doa restu, beliau tidak akan menolaknya, meskipun menghadapi tahun politik. Yang terngiang di benak saya adalah beliau tak pernah mengeluarkan surat sakti yang mengharuskan santrinya memilih calon Kepala Daerah tertentu. Para santri dan jama'ahnya dibebaskan memilih sesuai hati nurani berdasarkan asas demokrasi yang berlaku.

Berikut Maklumat Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah dalam Mensikapi Tahun Politik:
1. Bagi santri, siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi, alumni, guru, dosen, dan jamaah dipersilahkan memilih partai apapun yang berasaskan pancasila.

2. Bagi santri, siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi, alumni, guru, dosen, dan jamaah dipersilahkan memilih siapapun pilihan Gubernur, Bupati, DPR, dan lain sebagainya.

Bagi Romo Kiai Sholeh Bahruddin, para gus dan neng harus tetap netral atau tidak ikut politik praktis agar supaya "Darut Taqwa dan lembaganya tetap langgeng ila yaumil qiyamah" (Sumber: Buku Pedoman Yayasan Darut Taqwa).

Menurut beliau, pangung politik adalah hak asasi santri dan jama'ahnya secara mutlak. Bahkan KH Sholeh merekomedasikan santri maupun jama'aah turut berpartisipasi dalam kontes politik yang ada, sebab itu merupakan zonanya.

"Awakmu iku bagian silat le, Aku Romo Yai sak anak putuku bagian silo, coro wali songgo onok bagian Sunan ono seng dadi Sultan".

Doa beliau tidak akan berhenti selama nafasnya masih berhembus, terlebih untuk perdamain dunia, keamanan dan kesusksesan Pilkada terlebih Pilkada Jawa Timur dan Kabupaten Pasuruan 2018 ini. Sempat beliau pernah dawuh tentang Pilkada Jawa Timur kepada jama'ah seninan beberapa bulan lalu bahwa beliau sangat bangga kepada kader NU yang mencalonlan diri sebagai Gubernur Jawa Timur. Beliau menegaskan siapapun pilihannya kita sama-sama menang karena keduanya besar dari ormas Nadhatul Ulama. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini