Selasa, 08 Mei 2018

Sebut 'Sidomuncul' PP. Sidogiri, Ade Abdullah Nyatakan Permohonan Maaf

Ade Abdullah ketika bertabayyun dengan utusan PP Sidogiri
DutaIslam.Com - Ade Abdullah melaui akun facebooknya bernama Muhammad Abdullah Ade, beberapa waktu menulis status yang dinilai meremehkan Pondok Pesantren Sidogiri dengan menyebutnya 'Sidomuncul'.

"Ane ga heran sama kelompok yg mengatas namakan Pesantren Sidomuncul nyerang Kyai Said, ini  bukan pertama kalinya. Cuma anehnya mereka ngaku NU," tulis Ade, Rabu (02/05/2018).

"Pesantren Sidomuncul yg katanya NU, suka sekali menyerang Kyai Said, aneh tapi nyata, ko' bisa mereka seperti itu? Harusnya mereka menghormati beliau," tulisnya lagi dalam status lain.

Kepada Dutaislam.com, Ade mengaku gara-gara status facebooknya itu, ia mendapat banyak ancaman sehingga ia menghapus statusnya. Ia juga akhirnya didatangi utusan dari Sidogiri, untuk bertabayyun.

Atas statusnya itu, Ade menyatakan permohonan maaf kepada keluarga besar PP Sidogiri. "Saya menyatakan permohonan maaf kepada keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri (pengurus, santri, alumni) berkaitan dengan status saya di media sosial facebook pada 2 Mei 2018, yang mana postingan saya tersebut menyebut SIDOMUNCUL," tulis Ade dalam surat pernyataannya tertanggal 6 Mei 2018.

"Tidak ada niatan sama sekali untuk meremehkan apalagi menghina keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri. Sehingga postingan tersebut telah menyinggung perasaan Pondok Pesantren Sidogiri, hal ini semata-mata diakibatkan oleh ketidakpahaman dan kekhilafan saya," imbuhnya.


Dalam membuat surat permohonan maaf tersebut, Ade mengaku tidak ada paksaan sama sekali. "Demi Allah tidak ada paksaan ketika saya membuat surat permohonan maaf itu, semua karena rasa takzim saya kepada para tamu perwakilan dari PP Sidogiri, yang merupakan poro ustadz dan Kyai dari Sidogiri, hal ini adalah suatu kehormatan untuk saya pribadi, selain karena ada kewajiban saya untuk memuliakan tamu, saya pun ingin memuliakan orang-orang 'alim," terang Ade, Selasa (08/05/2018).

"Alfakir yang bodoh ini begitu sangat dimuliakan dengan kedatangan poro ustadz dan poro kyai utusan dari PP Sidogiri, oleh karena sudah selayaknya saya yang bodoh ini memberikan suatu kebaikan, memberikan pelayanan yang diinginkan poro tamu, dan yang bisa saya berikan sebagai oleh-oleh yang insya Allah mendapatkan ridho Allah, adalah surat permintaan maaf," imbuh Ade.

Ade mengatakan, apa yang dilakukannya adalah demi nama baik NU dan para ulama NU, juga demi agama islam rahmatan lil'alamiin. "Status saya tersebut adalah bentuk dari kepedulian saya kepada marwah jam'iyah NU dan Pimpinan NU khususnya Kiai Said," terangnya.

Ade menjelaskan bahwa suasana pertemuan dengan perwakilan Sidogiri berlangsung dengan penuh keakraban dan rasa persaudaraan. "Tidak ada amarah apalagi intimidasi pada saya, bahkan konteks surat permohonan maaf saya pun adalah hasil diskusi kita bersama. Kita ngobrol sambil ngudud," ungkap Ade. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini