Minggu, 06 Mei 2018

Prabowo Cium Pusara Bung Karno, Orang Ini Langsung Tuduh Syirik

Prabowo cium makam Bung Karno, Jumat (04/05/2018). Foto: Kompas.
DutaIslam.Com - Setelah menemui kader Gerindra di Blitar pada Kamis (03/05/2018) malam,  Prabowo Subianto ziarah ke makam proklamator, Bung Karno, bersama Rachmawati Soekarnoputri dan rombongan, Jumat (04/05/2018).

Bukan hanya ziarah, calon presiden 2019 yang didukung gerakan hastag #2019GantiPresiden itu juga melakukan hal yang di luar lazimnya orang ziarah, mencium pusara makam Bung Karno. Prabowo juga sujud seolah orang menyembah.

Kontan saja aksi zairah yang dipenuhi tangis haru putri Bung Karno itu menuai kritik. Mor Ritonga Abu Falih misalnya, dalam akun Facebooknya membuat catatan separagraf, "Ini termasuk kesyirikan."

Baginya, apa yang dilakukan Prabowo adalah bentuk kesyirikan. "Tidak layak seorang muslim melakukan seperti yang dilakukan oleh Pak Prabowo di bawah ini," tulis pemilik akun Mor Rintonga Abu Falih, Jumat (05/05/2018) siang.


Sejauh pengamatan Dutaislam.com, isu Prabowo syirik tidak menjadi viral di kalangan Netizen, meskipun diberitakan oleh Kompas, Tribun dan media lainnya.

Padahal, menurut salah satu anggota Netizen NU Kalimantan Selatan, isu kesyirikan seperti dilakukan oleh Prabowo yang keturunan orang terhormat Tionghoa Indonesia itu, biasa mendapatkan tanggapan pro dan kontra yang meluas, sebagaimana pernah dialami pula oleh Habib Luthfi bin Yahya, yang hanya karena ziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya, beliau harus menerima hinaan tak terperi. (Baca: Menghina Habib Luthfi di Facebook, Wahyu Cokro Buono Hanya Diam Disamperin Banser).


"Perbedaan kelakuan Netizen terhadap Prabowo dan Habib Luthfi adalah karena pendukung Prabowo rata-rata memang kaum kampret yang inkonsisten. Jika tokohnya yang syirik, dimaklumi," kata Luthfi, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini