Jumat, 11 Mei 2018

Pelajaran dari Insiden Mako Brimob Menurut Azyumardi Azra

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra. Foto: Istimewa. 
DutaIslam.Com – Sejumlah pelajaran penting harus diambil setelah keributan yang diterjadi di Rutan Mako Brimob, Depok, Selasa (08/05/2018 lalu.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr. Azyumardi Azra mengatakan, tidak justifikasi apapun bagi terorisme. Terorisme tidak pembantu Islam. Sebaliknya, gerakan terror yang dilakukan para teroris telah mencemarkan nama baik Islam.

“Aksi terorisme--seperti terjadi di Mako Brimob--tidak pernah membantu Islam dan kaum Muslimin. Aksi teror hanya mencemarkan Islam dan kaum Muslim secara keseluruhan,” ujar Azyumardi Azra melalui akun Twitternya, Kamis (10/05/2018).

Insiden keributan yang terjadi di Mako Brimob, menurut Asyumardi, harus menjadi pelajaran bersama. Baik bagi Umat Islam, maupun bagi pihak Rutan. Bagi pihak rutan atau pemerintah, Azyumardi berpendapat, sebaiknya tahanan teroris tidak dikumpulkan terlalu banyak dalam satu tempat. Mereka harus di pisah-pisah.

“Aksi teroris di Mako Brimob memberikan pelajaran berharga; jangan pernah lagi mengumpulkan banyak napi terorisme di satu penjara. Mereka harus dipisah-pisah dalam beberapa penjara maksimum sekuriti,” katanya.

Bagi Umat Islam, lanjut Azyumardi, wajib kembali pada esensi Islam. Yakni, Islam yang membawa kedamaian dan Islam yang menjadi rahmat bagi semesta alam dan sesuai dengann Islam keindonesiaan.

“Oleh karena itu, setiap dan seluruh umat Islam wajib kembali ke esensi Islam sebagai agama damai dan rahmatan lil 'alamin. Kaum Muslimin harus meninggalkan orientasi transnasional, sebaliknya berazam dengan keislaman-keindonesiaan,” pungkasnya. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini