Kamis, 24 Mei 2018

Maksud Seruan Imsak Menjelang Subuh di Bulan Ramadhan, Jawaban atas Seruan “Imsak” Diganti “Tanbih”

Maksud Seruan Imsak Menjelang Subuh Saat Bulan Ramadhan. Foto: Istimewa
Oleh KH. M. Hanif Muslih. LC

DutaIslam.Com - Sudah menjadi tradisi sejak antah berantah, di bumi Nusantara ini setiap menjelang subuh pada bulan Ramdhan selalu dikumandangkan, diserukan kata-kata, “imsaaak, imsaaak”. Sepotong kalimat itu dimaksudkan agar siapa saja yang menjalankan puasa, segera mengakhiri sahurnya, semua orang mafhum, setelah itu kemudian berhenti makan dan minum sahur.

Sepotong kalimat yang sudah mentradisi dan membumi di bumi Nusantara ini, tiba-tiba terusik oleh salah satu dai kondang Nusantara. Seruan kalimat itu dianggapnya salah kaprah yang harus diluruskan, karena menurut dia kata Imsak itu artinya seseorang harus sudah mulai puasa. Padahal pada dasarnya menurut syariat belum tiba waktunya imsak yang berati harus meninggalkan makan dan minum, karena kata Imsak itu artinya Puasa. Jika seseorang puasa berarti sudah tidak boleh lagi makan dan minum. Oleh karena itu sebaiknya kalimat “Imsak” diganti dengan kalimat “Tanbih” yang artinya sebuah “Peringatan”.

Perlukah diganti? Bagi saya tidak perlu diganti dengan alasan dan pertimbangan sebagai berikut:

1. Kalimat itu sudah membumi puluhan tahun, bahkan mungkin ratusan tahun.

2. Kalimat “Imsak” adalah sebuah kalimat yang isi intinya adalah peringatan, peringatan seharusnya memang harus dilakukan jauh sebelumnya bukan mendadak, apalagi ini berkaitan dengan subuh, kalau kalimat “Imsak” diserukan pas waktu subuh, ya tidak ada artinya, kan sudah ada Azan! Dan menjadi berbahaya kalau peringatan itu mendadak. Lihat saja kalau rambu-rambu sebuah galian atau tikungan, umpama saja, di jalan dipasang pas pada galian dan tikungan, pasti berbahaya. Jangan-jangan orang bisa masuk galian dan bisa celaka pada tikungan. Maka kita sering melihat tulisan “Awas Galian”, “Awas Tikungan Tajam” yang diletakkan beberapa ratus meter dari tempat galian dan tikungan.

Begitu juga peringatan untuk meninggalkan makan dan minum, juga perlu waktu 5, 7 atau 10 menit sebelumnya agar orang bisa ancang-ancang kapan harus meninggalkan makan dan minum.

3. Imsak diberlakukan karena ulama berhati-hati dalam segala bidang termasuk dalam menyerukan kalimat “Imsak”. Karena waktu Subuh itu sulit untuk diprediksi. Karena setiap hari bisa berbeda. Karena dulu sebelum jam meraja lela, orang berpedoman dengan sinar yang masih temaram (Fajar Shodiq) ke Sinar Terang (Fajar Shodiq). Sekarang orang berpedoman dengan jam. Itupun sangat berbeda-beda antara jam satu dan jam yang lainnya. Ada selisihnya. Jadi diserukanlah kalimat “Imsak”.

4. Seruan “Imsak” sangat membantu bagi masyarakat banyak.

5. Dalam segi syariat juga tidak ada salahnya. Bahasa juga tidah salah, karena yang diserukan itu kata “Imsak” yang aslinya dalam bahasa Arab adalah أي أنتبهوا الإمساك. Artinya, berhati-hatilah kalian dengan datangnya “Imsak”.

6. Dasarnyapun juga ada; bukankah Allah Azza wa Jalla melarang Zina dengan sabdanya : ولا تقربزا الزنا, Jangan kalian mendekati zina, yang dilarang secara mutlak bukan mendekat, tapi berbuat zina. Tapi Allah memakai kata La Taqrabuu, artinya mukaddimah zina pun juga dilarang keras!

7. Jadi jangan mudah menyalahkan atau menyayangkan yang sudah berjalan. Mari kita kaji, “jane piye to Asbabul Wurudnya, kok ada Seruan Imsak dimana-mana. Tanyakan kepada orang tua kita, orang tua kita tidak bodoh kok”. Gitu aja kok repot! Afwan dan terimakasih. Mudah-mudahan bermanfaat. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini