Rabu, 09 Mei 2018

Kiai Said Dibilang Kena Skak Mat Syeikh Al-Azhar, Ternyata Video Dipotong Bagian Ini

Dialog Kiai Said Aqil Siradj dengan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir Ahmad Muhammad Ahmad ath-Tayyeb di gedung PBNU pada 2 Mei 2018 lalu. (Foto: Istimewa)
DutaIslam.Com - Begitu picik orang yang membuat frame untuk menyudutkan Kiai Said Aqil Siradj atas dialog indah beliau dengan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir Ahmad Muhammad Ahmad ath-Tayyeb di gedung PBNU pada 2 Mei 2018 lalu.

Mereka membuat video yang dipotong-potong, tulisan dan terjemahan tidak utuh, kemudian memberinya judul Teguran, Skak Matt, Telak!!! dari Syekh Al Azhar kepada Kiai Said, sehingga memunculkan komentar-komentar dari orang-orang bodoh lebih brutal lagi. Naudzubillah...

Tahukah Anda? Ternyata pernyataan Kiai Said dalam video utuhnya yang justru merupakan bagian penting, di video yang disebarkan guna menyudutkan Kiai Said itu malah dihilangkan. Silahkan cek video-video di youtube dengan judul-judul yang ada "Skak Matt, Telak!!!" dll yang menyudutkan Kiai Said tersebut.

Dalam video mereka, ketika Kiai Said menjelaskan Islam Nusantara pada bagian "Ghair.. Islamul Arab (kemuadian disambut tawa guyon) Al An.. Al An...", setelah bagian inilah mereka memotong penjelasan Kiai Said lebih lanjut. Tiba-tiba Kiai Said sampai "Idz Huwa Fillisan.. Idzan Al Wathoniyah fil Indonesia...." dan seterusnya.

Ada bagian yang penting yang dipotong oleh mereka, yaitu mulai Kiai Said mengatakan "Al Islam ja'a minal Arab, At Tasyaddud, At Tathorruf wal Irhab ja'a minal Arab..... " sampai pada bagian sebelum  "Idz Huwa Fillisan.. Idzan Al Wathoniyah fil Indonesia...." (seperti video yang dipotong).

Pada video yang utuh, Anda akan menemukan ada sekitar 3 menit 29 detik, yakni menit 18.04 sampai 21.33 (video utuh yang diposting 164 Channel) pernyataan Kiai Said yang hilang, dimana pada bagian tersebut Kiai Said menjelaskan bahwa radikalisme, ekstrimisme, dan kekerasan juga datang dari Arab. Kiai Said juga mengatakan kepada Syaikh Al Azhar bahwa sekarang zamannya fitnah, terutama sejak isu terorisme muncul ke permukaan.


Selain itu, pada pernyataan yang hilang itu, Kiai Said juga mengatakan betapa pentingnya tasawuf dan akhlak, perjalanan Walisongo, kesamaan visi antara NU dan Al Azhar, sehingga antara NU dan Al Azhar Kiai said mengatakan "Fi Mauqifin Wahid" atau "Fi Khondaqin Wahid" (satu tujuan/wadah), yang kemudian diusulkan oleh Syekh Al Azhar "Fi Zauraqin Wahid" atau "Fi Safinatin Wahid" (satu bahtera), dan keduanya saling tertawa. Indah... Tapi sayang, bagian ini dihilangkan oleh mereka dengan piciknya! [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini