Sabtu, 12 Mei 2018

Hayati Karakter Islam Damai, Siswa SMA 4 Ziarah 3 Makam Wali Semarang

Siswa SMA 4 N Semarang Ziarah tiga makam wali di Semarang. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Dalam rangka meneguhkan karakter yang bernafaskan Islam damai dan menjadi rahmat bagi semesta alam, sejumlah siswa dari SMA Negeri 4 Semarang mengunjungi tiga makam wali di Semarang, Sabtu (12/05/2018). Tiga makam wali itu Syech Jumadil Kubro di Terboyo, Syech Hasan Munadi di Ungaran, dan KH. Muhammad Sholeh bin Umar As-Samarani (KH. Sholeh Darat) di TPU Bergota.

Guru Mapel Agama Islam SMA N 4 Semarang Salik Sabilallah menjelaskan, wisata ziarah makam wali terselenggara melalui swadaya Rohis SMA N 4 Semarang. Siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut sebanyak 52 orang.

"Kita coba dengan pendekatan terlebih dahulu, kita kenalkan para alim ulama di sekitar kita," katanya.

Menurut Salik, Rohis memegang peranan sentral dalam pengaplikasian pendidikan karakter religius di Sekolah. Namun, selama ini, stigma awal yang banyak didengar dari Rohis adalah Islam radikal yang berbau teroris.

Maka, lanjut Salik, hal ini perlu diubah menuju kegiatan positif yang menjelaskan bahwa Islam Rahmatan lil Alamin. Melalui program ini, diharapkan pelajar bisa memahami bahwa Islam mengajarkan keindahan akhlak sebagaimana yang telah dicontohkan oleh ulama' terdahulu.
   
"Pelajar adalah investasi masa depan bangsa. Memang demikian itu benar adanya, karena pelajar di bimbing dan di didik agar memiliki akhlak mulia. Bukan namanya pelajar jika tidak memiliki sikap tawadhu' terhadap guru/ulama'. Ulama' mendidik dan mengajarkan ilmunya dengan penuh harapan bahwa kedepannya bisa bermanfaat bagi masa depan muridnya," jelasnya.

Pegiat Rohis SMA Negeri 4 Semarang M Nur Rokhim yang juga terlibat dalam kegiatan tersebut menambahkan, kegiatan rohis melakukan ziarah makam wali termasuk dalam pengamalan pendidikan karakter dan memperkenalkan ulama' terdahulu yang berjuang untuk mencerdaskan umat Islam Indonesia.

“Kita berharap ini menjadi pembelajaran bagi akhlak peserta didik remaja di Indonesia. Sebaliknya, bukan menjadi sarana doktrin radikalisme dan terorisme,” tambahnya. [dutaislam.com/nur/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini