Jumat, 18 Mei 2018

Digeruduk, Lima Tuntutan untuk PKS Setelah Rangkaian Teror Bom Disebut Rekayasa

Massa menggeruduk Kantor DPW PKS Jawa Barat setelah kadernya menggap teror bom hanya rekayasa. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Sedikitnya ada lima poin tuntutan untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah sebagian kadernya menganggap kejadian teror di Surabaya beberapa waktu lalu hanya rekayasa. PKS dituntut massa yang Forum Pasundan Bergerak ketika menggeruduk kantor DPW PKS di Jalan di Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (15/05/18).

Berikut tuntutan Forum Pasundan Bergerak terhadap DPW PKS Jabar:

1. Mendesak dan mengajak seluruh rakyat untuk menolak politik bertopeng agama dan faham radikalisme PKS yang menjadi pemicu lahirnya kejahatan terorisme.

2. Pecat kader-kader PKS yang menganggap kasus teroris adalah rekayasa.

3. Medesak PKS agar segera menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas sikap PKS yang bungkam pada segala bentuk kejahatan teroris.

4. Jangan jadikan Jawa Barat sebagai lumbung Teroris.

5. Mendesak Polri, BIN, Pemerintah dan seluruh elemen rakyat untuk melakukan pengawasan ketat pada seluruh kantor PKS di seluruh Indonesia, guna memantau dugaan keterlibatan PKS dalam aksi radikalis dan teroris.

Masa juga mengecam PKS yang dianggap tidak tanggap terhadap kadernya yang mendukung aksi teror.

"Mengapa PKS tidak bereaksi? Bahkan tidak sedikit kader mereka menyampaikan melalui media sosial bahwa aksi terorisme tersebut merupakan rekayasa pemerintah,” demikian kata Ades Kariyadi selaku Koordinator Aksi.

Sehari sebelumnya, Senin (14/05/2018), puluhan massa mengatasnamakan Forum Komunikasi Aktivis (FOKAS) juga menggelar aksi di depan Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Tuntutan mereka sama. Bahkan, massa juga mendasak Presiden PKS Sohibul Iman dan Mardani Ali Sera Mundur dari Jabatannya. Mereka dinilai telah menjadikan partai politik sebagai alat penghasut dan pemecah kehidupan umat beragama. [dutaislam.com/pin]

Keterengan
Diolah dari beritaheboh.com dan tribunnews.com

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini