Selasa, 22 Mei 2018

Dengan Sumber HOAX, Irham Fahmi Kegirangan Fitnah PBNU

Irkham Fahmi. (Foto profil facebook Irkham Fahmi)
DutaIslam.Com - Dengan sumber hoax yang diposting oleh akun Twitter Hulk (@Hulk_idn) yang menyatakan bahwa pihak AS akan menggelontorkan dana 2 triliun ke pimpinan NU untuk menangkal terorisme, kader almarhum HTI bernama Irkham Fahmi al-Anjatani nampak kegirangan melancarkan fitnah terhadap PBNU.

Baru-baru ini Irkham menulis artikel yang berjudul "1001 PERTANYAAN UNTUK PBNU" melalui akun facebooknya, Senin (21/05/2018) Irkham Fahmi. Dalam artikel itu, dia tampak membenarkan data hoax akun Hulk tersebut, meskipun tidak terang-terangan mengutipnya, tapi dia menulis, "Gempar! PBNU "berhubungan intim" dengan Amerika guna pemberantasan terorisme di Indonesia." Jelas sama!

Selain itu, dia mrembet kemana-mana hingga nyinggung demokrasi (yang biasa disebut anggota HTI sebagai sistem kufur) dan HAM. Irkham juga terang-terangan mengatakan bahwa Amerika adalah negara kafir harbi (kafir yang boleh diperangi).

"Kok bisa PBNU bekerjama dengan Amerika yang sudah jelas-jelas kafir harbi," tulis Irkham.

Pertemuan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan wakil presiden Amerika Mike Pence beberapa waktu nampaknya membuat Irkham kegirangan membuat framing memojokkan PBNU berdekatan dengan Amerika, dan memusuhi sesama ormas Islam. Naudzubillah...

"Setelah dekat dengan Amerika PBNU justru semakin benci terhadap saudara-saudaranya di FPI, HTI dan Ormas-ormas Islam lainnya yang lantang memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah di dunia Islam," lanjut Irkham yang nampaknya masih sakit hati karena ormasnya yang mengusung Khilafah dibubarkan.

Padahal data yang digunakan Irkham tersebut, sekali lagi, adalah HOAX. Sebagaimana analisis Aribowo Sasmito dalam Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax menyatakan bahwa apa yang dikatakan akun Hulk tidak bisa dibuktikan kebenarannya. (Baca: [HOAX] Tuduhan: Pihak AS Akan Gelontorkan Dana 2 Triliun ke Pimpinan NU Untuk Menangkal Terorisme)

Gus Yahya (sapaan KH. Yahya Cholil Staquf) pelaku pertemuan dengan wakil presiden Amerika Mike Pence itu, melalui akun Facebooknya, Senin (21/05/2018), mempertanyakan sumber fitnah tersebut. Ia juga mempertanyakan kenapa kok ada wartawan yang menindak lanjuti informasi dari sumber yang tidak jelas. Berikut status Gus Yahya:

"“Sumbernya dari mana?”

“Ada yang ngetwit begitu”.

“Yang ngetwit siapa?”

“Ya nggak tahu tapi rame di twitter”.

“Lha wong info dari akun nggak jelas kok sampeyan follo ap? Sampeyan ini wartawan cap apa?”

“Soalnya sudah viral…”

“Mau viral mau enggak! Saya ini manusia jelas identitas jelas jabatan jelas, masak nanggapi akun nggak jelas? Kalau saya bikin akun bodong terus ngetwit: Jokowi kencing di genteng, masak iya Presiden harus nanggapi?”

Menurutku, dunia pers kita harus melakukan sesuatu supaya jurnalisme tidak menjadi ajang konyol-konyolan."

Semoga Irkham bisa waras. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini