Jumat, 04 Mei 2018

Ceramah Ramadhan Trans7 Dikabarkan Akan Diisi Maaher At-Thuwailibi, Netizen: Trans Corp Kesusupan?

Ceramah Maaher At-Thuwailibi yang menyebut negara ini thoghut. (Foto: Youtube)
DutaIslam.Com - Maaher At-Thuwailibi yang dalam salah satu ceramahnya pernah mengatakan polisi sebagai monyet-monyet berseragam coklat, Indonesia negara thogut berlandaskan sistem kufur dan anti Islam, dikabarkan akan mengisi ceramah ramadhan di Trans7.

"Begini ya model ustad yg akan ngisi acara di @TRANS7 ramadhan nanti? Sony Maher At-Thuwailibi yg pernah mengatakan polisi sbg monyet2 berseragam coklat, Ind negara thogut berlandaskan sistem kufur & anti islam," tulis Narko melalui akun twitternya @narkosun, Jum'at (04/05/2018).

Selain mention akun @TRANS7, dalam twitnya itu ia juga mention beberapa akun, yaitu @DivHumas_Polri @TolakBigotRI @Takviri @WahhabiCC @AfifFuadS @qitmr. Ia juga melampirkan bukti pernyataannya itu dengan video ceramah Maher At-Thuwailibi berikut:


Narko juga menyatakan, walaupun Maher At-Thuwailibi sudah klarifikasi dan minta maaf, tapi menurutnya memberikan panggung buat penceramah model Maher tersebut tidaklah tepat. "Masih banyak di luar sana ulama2 yg adem yg bisa mengenalkan Islam yg Rahmatalil alamiin, bukan islam yg senang melaknat seperti itu," tandas Narko, sambil melampirkan video klarifikasi Maaher.

Selain itu, Narko juga menyinggung Abdul Somad dimana menurutnya Somad juga orang yang sering kontroversi. "Ini acara @TRANS7 di bulan suci Ramadhan nanti. Duet Abdul Somad dan Maher At-Thuwailibi yg selama ini banyak kontoversi pada mereka berdua," lanjutnya, juga sambil melampirkan video Somad dan Maaher.

(Baca: Maaher At-Thuwailibi Tuduh Alumni Suriah Cari Panggung dengan Menolak Statement Abdul Somad)

Twit Narko tersebut menuai banyak respon dari Netizen pengguna Twitter. Akun @DendyDnd mempertanyakan kenapa pihak Trans7 memberikan panggung penceramah seperti Maaher. "Mohon perhatian kpd @TRANS7 kenapa penceramah penyebar kebencian & penghasut d beri panggung??? Emang ga ada seleksi track record dlm menentukan pilihan," tulisnya sambil mention akun @KPI_Pusat.

"@TRANSTV_CORP  ini mau jadi media radikal yah?," tulis akun @kenthirabalabal.

"Evaluasi donk @TRANSTV_CORP @TRANS7," kata akun @p_wisanggeni.

"Pemilihan ustad menjelaskan ideologi apa yg dianut tim @TRANS7," akun @doddysalman berpendapat.

Menurut akun @rudysarwa, hampir semua stasiun TV di indonesia cuma mementingkan rating dan nilai ekonomisnya, mutu dan dampak sosial tidak terlalu penting. "Seharusnya @KPI_Pusat bisa lebih berfungsi. Ga cuma berfungsi ngeblur susu doank," tandasnya.

Netizen lain, pemilik akun @maskoyoy mengatakan, "Trans Corp sdh gak bisa memilah & memilih, atau sdh kesusupan?" [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini