Selasa, 29 Mei 2018

Asbabun Nuzul Surat al-Baqarah Ayat 29: Proses Penciptaan Langit dan Bumi

Kandungan Surat al-baqarah ayat 29
Dewasa ini, ilmuan muslim atau non muslim banyak memecahkan fenomen-fenomena yang terjadi alam semseta ini. Dari fenomena tersebut, mereka menemukan bergabai macam ilmu pengetahuan baru. Padalah, fenomena tersebut sejatinya sudah dipaparkan Al-Quran baik secara tersurat maupun tersirat. Namun, masih sedikit orang yang memahami dan serta mengetahuinya.

DutaIslam.Com - Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam tidak hanya memuat hal yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT saja, tetapi juga menjelaskan tentang fenomena alam semesta. Sebab di dalam Al-Quran, terdapat pula ayat-ayat kauniyah, termasuk ayat penciptaan langit dan bumi. Bahkan, porsi ayat kauniyah yang terdapat di dalam AL-Quran lebih banyak dibandingkan dengan ayat ubudiyah.

Salah satu pakar tafsir kontemporer, Imam Thanthawi Jauhari menjelaskan di dalam tafsirnya al-Jawahir, ayat-ayat di dalam Al-Quran lebih banyak membincang tentang ilmu pengetahuan. Beliau mencatat ada 750 ayat yang membahas ilmu pengetahuan dan sains. Sedangkan ayat yang berkaitan dengan ilmu fikih hanya sebanyak 150 ayat. Dari sekian ratus ayat tersebut, muncul berbagai macam cabang ilmu pengetahuan. Lalu, bagaimana dengan ayat tentang sains yang jumlahnya lebih banyak lagi, berapa cabang ilmu yang bersumber darinya? Tentunya sangat bervariatif lagi.

Maka dari itu, sudah saatnya umat Islam dengan serius menggali ayat-ayat yang berhubungan dengan alam semseta. Sebab, era sekarang adalah era ilmu pengetahuan. Ayat-ayat yang berkaiatan dengan alam semseta juga beragam. Misalnya, ada yang menjelasakan tentang penciptaan tata surya, penciptaan langit, bumi, gunung dan lain sebagainya.

Surat al-Baqarah ayat 29 memberikan penjelasan prihal penciptaan langit dan bumi. Surat al-Baqarah ayat 29 ini, menurut Kiai Misbah Zainul Musthofa yang mengutip penjelasan dari tafsir Jalalain, merupakan jawaban atas keraguannya prang kafir akan kekuasaan Allah SWT. Mereka meragukan jika Allah tidak mampu menghidupkan kembali orang mati. Kemudian turunlah Surat al-Baqarah ayat 29 sebagai jawaban atas keraguan orang kafir.

هُوَ الَّذِيْ خَلقَ لَكُمْ مَّا فِي الْأَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَي الْسّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمواتٍقلي وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ 

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.  Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (Surat al-Baqarah ayat 29).

Kandungan Ayat

Dengan mengamati ayat di atas, kita bisa memahami bahwa Allah SWT adalah maha kuasa, maha pencipta, maha besar dan maha tahu. Karena, Tuhan yang menciptakan kita adalah Tuhan yang menciptakan bumi dan langit beserta isinya. Langit dan bumi diciptakan agar manusia dapat mengambil kemanfaatan demi kehidupan dunia dan akhirat.

Langit dan bumi yang begitu luas hamparannya, Allah SWT dapat mengetahui dan mengatur segala hal yang terjadi di dalamnya. Apalagi berkaitan dengan prilaku manusia, Dia (Allah) dengan mudah mengetahui sapa yang dilakukan manusia yang ukurannya jauh lebih kecil dari langit dan bumi.

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan tentang penciptaan langit yang berjumlah 7 lapis. Sedangkan penciptaan bumi sebanyak tujuh lapis tidak dijelaskan secrara tegas dalam ayat ini. Prihal penciptaan bumi tujuh lapis dijelaskan dalam Surat at-Thalaq ayat 12.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Allah SWT telah menjelaskan proses penciptaan langit di dalam AL-Quran. Salah satunya adalah Surat Yunus ayat 3. Di dalam ayat tersebut dijelaskan proses penciptaan langit ada  enam masa.

Pada permulaan Surat Yunus ayat tiga tersebut dijelaskan bahwa Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam rentan enam masa. Namun, rentan waktu enam masa tersebut bukan seperti yang dipahami manusia.

Dalam teori sains modern, proses penciptaan langit berawal dari benturan besar atau yang dikenal dengan teori Big-Bang. Proses penciptaan yang digambarkan teori sains modern telah disinggung dalam Surat al-Anbiya ayat 30.

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ 

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air itu, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya’ : 30)

Pada ayat tersebut, Allah menggambarkan awal mulanya langit dan bumi menyatu dengan partikel-partikel lain yang ada di alam semesta ini. Kemudian Allah pisahkan keduanya menjadi entitas tersendiri. Dalam ilmu sains dijelaskan partikel-partikel yang ada di alam semesta terpisah karena ada dentuman besar  (big-bang) yang terjadi pada waktu itu. [dutaislam/in]

Artikel Dutaislam.com

Demikian penjelasan mengenai asbabun nuzul Surat al-Baqarah ayat 29: proses penciptaan langit dan bumi, silahkan baca di artikel berikutnya.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini