Senin, 28 Mei 2018

Amaliyah NU Gagal Diserang, Tokoh NU Jadi Sasaran

Barzanji termasuk amaliyah NU yang dibacakan setiap waktu. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com – Belakangan ini serangan oleh kelompok yang ingin merongrong Nahdlatul Ulama (NU) dengan menyerang amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah makin gencar dilakukan. Berbagai macam cara, baik melalui dunia nyata maupun dunia maya, kelompok-kelompok ini terus melakukan propaganda agar NU tercerai berai.

Kondisi ini harus disadari dan menjadi perhatian seluruh pengurus dan warga NU. Pengurus NU bermodal arahan para ulama dan kiai harus mampu membendung gelombang propaganda dengan memberikan pemahaman berkelanjutan kepada warga. Warga NU pun harus sadar dengan terus menempa diri dengan pemahaman dan keyakinan dalam ber NU sekaligus mengarahkan para generasi penerus untuk terus mencintai NU.

Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Lampung Hj Malikhah Sa'adah melalui pesan tertulis sebagaimana dilansir NU Online, Ahad (27/5), mengatakan, dulu ia sempat bertanya-tanya kenapa para tokoh NU seperti KH Ma'ruf Amin dan KH Said Aqil Siroj sering kali menjadi bahan bully (caci maki) di media sosial. Berbagai tuduhan negatif sering dialamatkan kepada Rais 'Aam dan Ketum PBNU.

"Bahkan sering sekali pidato-pidatonya dipotong-potong. Yang terakhir pertemuan beliau dengan guru besar Al Azhar dipotong dan diterjemahkan semau-maunya.Tak jarang saya menerima WA yang isinya provokatif, menghasut untuk membenci beliau," katanya.

Setelah diamati dan dicari akar masalahannya, ia menemukan jawaban. Apalagi setelah ikut Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU). Bahwa ternyata warga NU yang telah lama diserang amaliah kesehariannya seperti yasinan, tahlilan, maulid dan sebagainya tidak pernah goyah dan mampu menjawab dengan hujjah naqli wa aqli (dalil tertulis dan akal).

"Para kiai mampu memberikan pemahaman yang jelas dan sanad yang konkrit bagaimana pemikiran nahdliyin dan keilmuannya hingga sanadnya sampai ke Rasul. Maka habislah semua cara untuk menghancurkan NU," terangnya.

Setelah tidak berhasil menyerang amaliahnya dan mengetahui betapa kokohnya NU, kelompok ini pun menempuh jalur lain dengan memunculkan gerakan fitnah dan membunuh karakter tokoh-tokoh NU.

"Modus baru ini rupanya lumayan mustajab. Terbukti ada warga NU yang terpengaruh dengan membuat NU garis lurus, garis keras dan sebagainya bahkan ada yang berprinsip bukan NU-nya Kiai said tapi NU-nya Mbah Hasyim Asy'ari," ungkapnya.

Inilah yang menjadi tugas bersama pengurus dan warga NU untuk menjernihkan pikiran dan kembali menata barisan agar NU tetap solid dan tidak tercerai berai. Warga NU harus sadar sesadar-sadarnya bahwa kondisi ini merupakan provokasi dari pihak-pihak yang ingin NU hancur.

"Mereka khususnya para pengusung negara khilafah menggunakan prinsip bahwa untuk membuat negara khilafah maka harus menghancurkan NKRI dan NKRI tidak akan mati selama NU masih berjaya. Maka matikan kepalanya niscaya badan dan ekornya ikut mati," pungkasnya.[dutaislam.com/muhammad/pin]

source: NU Online
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini