Minggu, 08 April 2018

Telusur Jejak Digital Agung 'Dungu Puisi Gus Mus', Memang Hobi Bikin Kisruh

Foto: Dutaislam.com
DutaIslam.Com - Sebelum menyebut puisi Gus Mus sebagai karya orang dungu, Agung Izzulhaq, host acara Damai Indonesiaku TV One, bukan kali ini saja berkomentar nyinyir. Jejak digital menunjukkan banyak dari komentar-komentarnya yang cenderung provokatif.

Hal ini awalnya diketahui dari komentar penulis kolom Khalis Mardiasih di akun twitternya yang menyebut dan menampilkan cuitan Agung.

"Yang soal LGBT juga, apakah sudah tabayyun dengan berita yang sebetulnya terkait statement Pak Menag? Padahal soal ini sudah jelas bahwa media yang memotong statement Pak Menag. Ya ampun ternyata Mas MC ini twittnya banyak yang kisruh," tulis Mardiasih, Ahad (08/04/2018).

Khalis mengomentari cuitan Agung yang mempermasalakan tanggapan Menag soal Puisi Sukmawati.

"Menteri agama: "Saya yakin tdk ada itikad menghina dari puisi yang dia buat, itu hanyalah ekspresi dari karya  puisi.." (hehehe,.. LGBT saja anda gak masalah, apalagi urusan puisi yang menghina agama, pastinya pantes kalau komenya kayak begini," tulis Agung, Kamis (05/04/2018).


Masih berdasarkan komentar Mardiasih dan penelusuran Dutaislam.com, Agung tanpak juga gagal paham soal Muslim Cyber Army.

"Muslim Cyber Army, adalah bentuk respon logis masyarakat yang menjunjung tinggi keyakinan agama, bukan sekedar bergama, atas penghinaan terhadap keyakinan dan tokoh-tokoh alim ulama yang dicintai. Justru minus respon terhadap penghina agama bukanlah bentuk kesabaran tapi justru bentuk kemunafikan," tulis Agung.

Postingan Agung ini juga mendapat respon dari Mardiyasih. Mardiyasih menyebut si Agung terlalu baper.

"Saya yakin sama agama dan menganggap MCA kagak ada logis-logisnya "tulis Mardiyasih.


Untuk diketahui, MCA ditanggkap karena kasus menyebar hoax dan provokasi, terutama mengenai kebangkitan PKI dan penyerangan ulama. Bukan seperti yang diungkapkan Agung.

Terakhir kali Agung menyebut penggalan puisi Gus Mus yang berjudul "Kau Ini Bagaimana", disebutnya 'dungu'.

"Kau bilang Tuhan sangat dekat, tapi kau memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat." (Satu lagi puisi murah nan tidak bermutu! Bukankah adzan panggilan untuk manusia, bukan untk Tuhan! ..Ohh.. Tuhan,banyak sekali mahlukmu yg memilih dungu)," tulis Agung, Sabtu (07/04/2018) pukul 10.13 melalui akun twitternya yang kini sudah dihapus.


Sontak pernyataan agung membuat banyak kalangan geram dan menui banyak repon atas cuitan agung tersebut, salah satunya respon dari Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Melalui akun twitternya @GPAnsor_satu, Gus Yaqut yakin bahwa Gus Mus tidak akan sakit hati dikatakan dungu oleh Agung. Namun bagi yang kenal Gus Mus, menurut Gus Yaqut belum tentu menerima atas pernyataan Agung tersebut.

"Sy yakin, @gusmusgusmu tak sakit hati kau bilang #dungu @agungizzulhaq Hanya saja, kami yg kenal beliau, tak yakin mampu menerima bgt saja. Spt yg kau katakan di kasus sukmawati, memaafkan tak akan hentikan proses hukum. Ini akan berlaku utkmu," tulis Gus Yaqut, Sabtu (07/04/2018) pukul 20.34.

Agung sebenarnya asal komentar dan tidak tahu kalau penggalan puisi itu karya Gus Mus. Begitu tahu dia barangkali ketakutan dan akhirnya minta maaf.

Agung seperti menjilat ludahnya sendiri. Sebelumnya dia sempat menulis di akun twitternya agar tidak menampak kebodohan di Medsos.

"...makanya, kalau tidak mau dibully jangan coba-coba membuka kebodohan diri didepan publik dan menyangka kebodohan itu adalah kepandaian diri..Na'udzubillah," tulis Agung. Lihat foto di atas.

Sekarang siapa yang bodoh? [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini