Senin, 16 April 2018

Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi: Tinggal di Makkah, Pengaruhnya di Nusantara Luar Biasa

Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. (Foto: Istimewa)
Oleh Amirul Ulum

DutaIslam.Com - Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi merupakan salah seorang ulama Nusantara yang menorehkan prestasi gemilang dalam kencah keilmuan di Haramain (Makkah dan Madinah). Atas prestasi yang dihasilkannya, ia diangkat untuk menjadi pengajar, imam, dan khatib di Masjidil Haram. Bahkan karena tertarik dengan kealimannya, al-Minangkabawi diangkat menjadi Mufti Syafi’iyyah di Hijaz. Sungguh sebuah prestasi yang membanggakan dan membawa nama harum bangsa Indonesia.

Ketika Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi sudah berkiprah di Haramain, khususnya menjadi pengajar di Masjidil Haram, banyak thalabah dari penjuru dunia, terlebih Nusantara yang ikut beristifadah (belajar) mengitari majlis keilmuannya. Kebanyakan muridnya menjadi tokoh yang berpengaruh dalam masalah keulamaan dan pergerakan dalam mengentaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah. 

Di antara murid al-Minangkabawi adalah, Syaikh Abdul Hamid al-Minangkabawi (pengajar di Masjidil Haram), Syaikh Baqir al-Jukjawi (pengajar di Masjidil Haram), Kiai Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Kiai Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama), Haji Agus Salim (tokoh kemerdekaan), Syaikh Muhammad Isa al-Fadani (ayah Syaikh Yasin al-Fadani), Syaikh Mahmud al-Fadani (paman Syaikh Yasin al-Fadani), Syaikh Karim Amrullah (tokoh pembaharu Nusantara, ayah Buya Hamka), Syaikh Abdu Wasi’ al-Yamani (ulama dari Yaman), Syaikh Hasan Ma’shum (mufti Kerajaan Deli), Syaikh Muhammad Nur Ismail (qadhi Kerajaan Langkat), Syaikh Sulaiman Arrasuli (ulama Minangkabau), dan lain-lain.

Meskipun Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi tidak bertempat tinggal di Nusantara (Minangkabau), namun kecintaannya kepada tanah airnya begitu kuat. Dengan senang hati, al-Minangkabawi membantu setiap thalabah Nusantara yang menjalani proses dirasah di Haramain. Bukan hanya sekedar menjadi pendidik, namun hartapun ia kucurkan kepada mereka yang kehabisan bekal dalam masalah ekonomi, sebab jauhnya jarak dengan kerabatnya.

Ketika umat Islam di Nusantara sedang dilanda sebuah masalah, terlebih masalah agama yang berkaiatan dengan akidah sebab digerus oleh kompeni melalui ulama gadungannya dan koleganya seperti Syaikh Abdul Ghaffar (Snock Hurgronje) dan Sayyid Ustman al-Batawi, maka tidak segan-segan Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi akan mengeluarkan sikap keagamaannya dengan mengarang sebuah kitab yang akan menampik pendapat mereka.

Karena kealiman yang ditorehkan oleh Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Mufti Hindia Belanda, yaitu Snock Hurgronje mengatakan, “Seorang yang berasal dari Minangkabau, yang oleh orang Jawa di Mekkah dianggap sebagai ulama yang paling berbakat dan berilmu di antara mereka. Semua orang di Indonesia yang naik haji, mengunjungi dia.”

Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi juga dikenal sebagai sosok yang menjalani tarekat dengan mengamalkan zikir tertentu. Dalam hal ini, Syaikh Yasin ibn Isa al-Fadani (Musnid Dunya) berkata: “Saya mendapatkan ijazah khusus sebuah zikir untuk mengamalkannya dari pamanku, Syaikh Mahmud ibn Udiq al-Fadani dari al-Allamah al-Bahru al-Syaikh Ahmad Khatib ibn Abdul Lathif al-Minangkabawi. Al-Minangkabawi mengatakan, “Saya menerima talqin zikir dari guruku, Sayyid Abu Bakar Syatha, ia meriwayatkan zikir tersebut dari Sayyid Ahmad ibn Zaini Dahlan, mufti Makkah al-Mukarramah. Sanad ini berhujung hingga sampai kepada Ali ibn Abi Thalib dari Nabi Muhammad SAW.” [dutaislam.com/gg]

Amirul Ulum, Pengajar Islam Nusantara di Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam (STIBI) Syaikh Jangkung dan Ma’had Aly al-Muhsin Yogyakarta. Tulisan ini diambil dari sinopsis bukunya yang berjudul "Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi: Cahaya Nusantara di Haramain", tayang di tokobukupesantren.com.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini