Jumat, 06 April 2018

Sejak Utsmanlah Adzan Jumat Dilakukan Dua Kali, Bagaimana dengan Mimbar dan Tongkat Khotib?

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Benarkah anggapan bahwa mimbar dan tongkat baru dilakukan dimasa Sayidina Utsman sebagaimana adzan dua kali saat Jumat?

Berikut ini penjelasalan Ustad Makruf Khozin MWC PWNU Center Jawa Timur mengenai pertanyaan tersebut.

Mengenai tongkat dan mimbar sudah dilakukan oleh Rasulullah Saw.Diriwayatkan dari Syuaib bin Zuraiq, ia berkata:

عَنْ شُعَيْبِ بْنِ رُزَيْقٍ الطَّائِفِىِّ قَالَ شَهِدْنَا فِيْهَا الْجُمُعَةَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ gفَقَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى عَصًا أَوْ قَوْسٍ (رواه ابو داود رقم 1098)

“Kami menyaksikan di Madinah di hari Jumat bersama Rasulullah, kemudian beliau berdiri (khutbah) dengan berpegang pada tongkat atau anak panah” (HR Abu Dawud No 1098)

Imam Syafii juga meriwayatkan dengan sanad yang sahih secara mursal bahwa Juraij bertanya pada Atha’:

عَنْ عَطَاءٍ يَرْوِيْهِ عَنْهُ ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ قُلْتُ لِعَطَاءٍ أَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ g يَقُوْمُ عَلَى عَصًا إِذَا خَطَبَ؟ قَالَ نَعَمْ كَانَ يَعْتَمِدُ عَلَيْهَا اعْتِمَادًا (أخرجه الشافعي في " الأم 1 / 177 وفي المسند 1/ 163 والبيهقي من طريقين عن ابن جريج به فهو إسناد مرسل صحيح)

“Apakah Nabi Saw memegang tongkat saat khutbah?” Atha’ menjawab: “Ya, beliau memegang tongkat”. (al-Umm 1/177)

Sebelum ada mimbar Rasulullah berkhutbah dengan bersandar pada batang pohon kurma. Kemudian ada sahabat yang mengusulkan:

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ  كَانَ رَسُوْلُ اللهِg يُصَلِّي إِلَى جِذْعٍ إِذْ كَانَ الْمَسْجِدُ عَرِيْشًا. وَكَانَ يَخْطُبُ إِلَى ذَلِكَ الْجِذْعِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ هَلْ لَكَ أَنْ نَجْعَلَ لَكَ شَيْئًا تَقُوْمُ عَلَيْهِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ حَتَّى يَرَاكَ النَّاسُ وَتُسْمِعَهُمْ خُطْبَتَكَ؟ قَالَ (نَعَمْ) فَصُنِعَ ثَلاَثُ دَرَجَاتٍ. فَهِيَ الَّتِي أَعْلَى الْمِنْبَرِ (رواه ابن ماجه 1414)

“Bagaimana jika kami buatkan untuk Anda sebuah tempat yang dapat dilihat oleh orang dan suara khutbah Anda bisa didengar orang?” Nabi menjawab: “Ya”.  Maka dibuatlah mimbar dengan 3 tangga” (HR Ibnu Majah No 1414).

Sedangkan adzan tambahan dalam Jumat memang baru diberlakukan dimasa Sayidina Utsman bin Affan dengan pertimbangan semakin banyaknya umat Islam (HR al-Bukhari No 412-916, kemudian hal ini menjadi ketetapan).

عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ كَانَ النِّدَاءُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوَّلُهُ إِذَا جَلَسَ الإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ g وَأَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ  k  فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ h وَكَثُرَ النَّاسُ زَادَ النِّدَاءَ

الثَّالِثَ عَلَى الزَّوْرَاءِ (رواه البخارى رقم 912)

Dari hadis ini al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

وَاَلَّذِي يَظْهَر أَنَّ النَّاسَ أَخَذُوا بِفِعْلِ عُثْمَانَ فِي جَمِيعِ الْبِلاَدِ إِذْ ذَاكَ لِكَوْنِهِ خَلِيفَةً مُطَاعَ الْأَمْرِ (فتح الباري لابن حجر ج 3 / ص 318)

“Terlihat jelas bahwa orang-orang melakukan intruksi Utsman di semua Negara, karena beliau adalah pemimpin yang ditaati” (Fath al-Bari 3/318)

Dengan demikian, salat Jumat yang terdiri dari adzan 2 kali, memegang tongkat dan mimbar telah sesuai sunah Nabi dan Khalifah.[dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini