Selasa, 10 April 2018

Romo Benny: NU Selalu Hadir di Mana-mana, Tapi Tidak ke Mana-mana

Panelis bedah buku "NU Penjaga NKRI". (Foto: NU Online)
DutaIslam.Com - Romo Antonius Benny Susetyo mengatakan, NU selalu hadir di mana-mana, tetapi tidak ke mana-mana. Orang NU bisa menyatu dengan segala lapisan. Dari situlah, lanjutnya, muncul relasi yang baik. Ada suatu kepercayaan yang wujudnya adalah masyarakat NU tidak membeda-bedakan.

Di Sampit, Madura, misalnya, tidak pernah muncul stigma negatif atas bantuan Katolik. Warga di sana tidak menuduh adanya kristenisasi di balik itu. Dari fakta ini, ia menilai orang NU dalam beriman sudah melompat dari politik identitas menuju penghayatan kemanusiaan.

"Dari kemanusiaan itulah orang tidak lagi membedakan suku, identitas," katanya.

Di tengah kegersangan yang melanda negara ini, NU berdiri menjadi oase. NU menjadi penyejuk dengan merangkul semua elemen dan kalangan. Hal inilah yang menurut pria kelahiran Malang 50 tahun silam itu menjadi sebab NU sebagai pusat peradaban.

"Bangsa ini berutang terhadap NU," kata alumnus Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang itu.

Romo Benny menguraikan, setidaknya ada dua kesetiaan NU. Pertama, NU konsisten berpandangan bahwa NKRI adalah negara kebangsaan, bukan negara berdasar agama tertentu.Kedua, NU setia mengembalikan Pancasila kepada rel yang benar. Dari sinilah, NU selalu ada pada setiap krisis yang melanda bangsa ini.

Romo Benny menyampaikan hal tersebut saat peluncuran dan diskusi buku NU Penjaga NKRI di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (10/04/2018) sore. Hadir pula dalam diskusi tersebut Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siroj, peneliti LIPI Amin Mudzakir, pengamat ekstremisme Imdadun Rahmat, dan politisi muda Tsamara Amany. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini