Senin, 16 April 2018

[Innalillah] Netralitas NU Cianjur Diframing Media Abal-Abal Dukung Cagub-Cawagub "Hasanah"

KH. Choirul Anam didampingi oleh jajaran Pengurus Harian PCNU Cianjur, mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi tuduhan NU Cianjur Dukung "Hasanah", Senin (16/04/2018).
DutaIslam.Com - Tidak semua politisi itu jelek. Tapi banyak pula politisi ngawur yang memanfaatkan husnudzon kiai untuk kepentingan mereka. Demikian kiranya yang terjadi pada ketua PCNU Cianjur, Kiai Choirul Anam MZD.

Ketua PCNU Cianjur yang menerima tamu dari salah satu Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub), yaitu Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah), malah dituduh dan diframing oleh media mainstream bahwa NU Cianjur mendukung Cagub-Cawagub nomor urut 2 tersebut.

Berikut beberapa media (mungkin masih banyak lagi) yang memframing netralitas NU Cianjur jadi berita seakan mendukung Cagub-Cawagub "Hasanah" itu:

Ketua NU Cianjur Dukung Pasangan Hasanah https://regional.kompas.com/read/2018/04/13/21492051/ketua-nu-cianjur-dukung-pasangan-hasanah

NU Cianjur Dukung Hasanah http://www.beritasatu.com/nasional/488011-nu-cianjur-dukung-hasanah.html

Hasanah Kembali Dapat Dukungan Ulama, Kali Ini Ketua PCNU Cianjur http://jabar.tribunnews.com/2018/04/13/hasanah-kembali-dapat-dukungan-ulama-kali-ini-ketua-pcnu-cianjur

Ulama NU Cianjur Dukung Hasanah karena Dukung Perkembangan Pesantren http://www.inews.id/daerah/jabar/ulama-nu-cianjur-dukung-hasanah-karena-dukung-perkembangan-pesantren

Mengetahui pemberitaan tersebut, Kiai Choirul Anam dan segenap jajaran pengurus PCNU Cianjur, menyayangkan atas framing yang ditulis media-media tersebut yang berisi dukungan terhadap salah satu calon itu.

"Framing tersebut disayangkan karena tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan," kata Sekretaris Lembaga Ta'lif wa an-Nasyr, Irfan L Sarhindi melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/04/2018).

Oleh sebab itu, Kiai Choirul Anam dan segenap jajaran Pengurus Harian PCNU Cianjur, mengklarifikasi pemberitaan tersebut. Berikut poin-poin klarifikasinya yang diterima dutaislam.com, Senin (16/04/2018), sebagai berikut:

1. Sejak awal, PCNU Cianjur telah bersepakat untuk menjaga netralitas lembaga terkait Pilgub Jabar 2018. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan PBNU sekaligus arahan dari jajaran Suriah PCNU Cianjur.

2. Namun begitu, upaya paslon untuk menjaring suara adalah hak konstitusional dan dibenarkan sepanjang masa kampanye. Dalam proses tersebut, adalah diperbolehkan bagi para paslon untuk melakukan kunjungan dan/atau kampanye kepada tokoh-tokoh agama termasuk ketua ormas Islam dan pimpinan pesantren.

3. Dalam hal mereka melakukan kunjungan, PCNU Cianjur telah bersepakat bahwa (1) mereka harus diterima karena berstatus sebagai tamu; tetapi (2) penjamuan mereka sebagai tamu tidak boleh dilakukan di kantor PCNU. Hal tersebut untuk meminimalisir risiko framing berita terkait netralitas PCNU.

4. Lebih lanjut, KH. M. Choirul Anam MZD selaku Ketua PCNU mengambil inisiatif untuk menerima kedatangan paslon di rumah beliau dan tidak di lingkungan pesantren secara khusus untuk meminimalisir terjadinya framing seolah-olah pesantren mendukung paslon tertentu.

5. Adapun paslon yang mengadakan kunjungan kepada ketua PCNU Cianjur bukan hanya pasangan “Hasanah” tetapi semua paslon, dimulai dari kedatangan Ahmad Syaikhu pada Februari 2018, disusul kedatangan Uu Ruzhanul Ulum pada 22 Maret 2018, lalu Dedi Mizwar pada 11 April 2018, dan terakhir Tb. Hasanudin pada Jumat, 13 April 2018.

6. Dalam proses dialog dan diskusi, KH. M. Choirul Anam MZD mengapresiasi semua program yang ditawarkan oleh paslon. Sebagai pribadi, beliau juga mendoakan sekaligus berpesan agar jika terpilih mampu mengemban amanah dengan baik. Tetapi, apresiasi dan doa itu diberikan kepada semua paslon dan tidak menunjukkan dukungan politik secara spesifik terhadap paslon tertentu.

7. Oleh karena itu, kami menyayangkan adanya framing berita seolah KH. M. Choirul Anam, mewakili PCNU sebagai lembaga, secara spesifik mendukung “Hasanah”. PCNU sebagai lembaga, sekali lagi, bersifat netral terhadap semua paslon.

8. PCNU Cianjur menjamin kebebasan semua anggota, pengurus, dan kader NU untuk menggunakan hak politik sesuai dengan pilihan masing-masing.

9. Dengan peristiwa ini, KH. M. Choirul Anam MZD mengharapkan kepada pers untuk ber-tabayyun sebelum menerbitkan suatu pemberitaan. Padahal nomor ponsel beliau dapat diakses secara terbuka. Beliau juga menekankan agar pers memegang teguh kode etik jurnalistik sehingga tidak menyebarkan hoax yang meresahkan.

10. Terakhir, kepada paslon dan tim suksesnya, beliau berpesan untuk berpolitik secara jujur dan berintegritas dan tidak mempolitiasi sesuatu yang tidak semestinya.

Berikut ini adalah bukti-bukti foto pertemuan PCNU Cianjur dengan beberapa calon, yang berarti tidak mendukung salah satu calon:


Klarifikasi ini ditulis oleh Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU Cianjur dan di-tashih oleh KH. M. Choirul Anam, MZD. Berlaku sebagai pernyataan resmi terkait pemberitaan hoax mengenai dukungan PCNU Cianjur terhadap paslon “Hasanah”. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini