Senin, 16 April 2018

Ngaji Provokasi Politik, Gus Nur Jadikan Qur’an Bodigatnya, Penistaan?

Screenshot pengajian Gus Nur du Medan dari video yang beredar di Medsos. Foto: Dutaislam.com
DutaIslam.Com – Sudah tak terhitung lagi jumlahnya, Gus Nur alias Sugi Nur Raharja terus ngoceh dalam setiap pengajiannya. Bukan menyampaikan masalah agama, Gus Nur justru orasi politik.

Sayangnya, orasi politik yang dia sampaikan di depan jamaah tanpak tidak santun. Ia terus memprovokasi, menebar kebencian dan menjelek-jelekkan pihak lain. Yang terbaru, beredar sebuah rekaman ceramah Gus Nur di Medan. Dia menyerang partai politik dan menjelakkan kepolisian.

“Walaupun dia kiai tapi kalau partainya penghianat, partainya sekuler, partai PKI, partainya penista agama, black list. Cari orang yang baik, partainya yang baik, walaupun tidak ada partai yang 100 persen baik. Minimal masih punya kedaulatan, bukan antek-anteknya asing. Bukan hobi jual aset negara, itu minimal, saya nggak usah sebut partainya,” ucap Gus Nur di awal video berdurasi 02:56 menit tersebut.

Selanjutnya Gus Nur tanpa tading aling-aling dan dengan suara lantang menyebut ada ada enam partai pendukung penista agama. Namun yang diasebutkan hanya tiga. Awalnya, dia bilang maun sebut inisial. Namun, langsung terang-terangan.

“Ada enam partai pendukung penista agama, catat ini! yang pertama, inisialnya PDI, yang kedua inisialnya, depa “Nas” belakangnya “Dem” (Partai Nasdem, Red). Ketiga, depannya “HA”, tengahnya “NU”, belakangnya “RA” (Partai Hanura, Red),” ucap Gus Nur disambut tawa jamaahnya.

Setelah menyebut nama-nama partai itu, Gus Nur juga nantang, siapa saja yang ingin menuduh dirinya menebar kebencian.

“Silahkan tuduh menebar kebencian, saya sudah mubahalah ini. Kalau kamu nuduh saya menebar kebencian, wallahi ade Armando itu penebar kebencian, Abu Janda itu penebar kebencian, Viktor Reskodak, penebar kebencian,” katanya lagi dengan suara lantang, mendelik-mendelik.

Setelah itu Gus Nur teriak-teriak memanggil nama Kapolri Tito Karnavian. Dia meminta agar Toto membuka mata hati. Dia juga menuduh Tito menginjak-menginjak Habib Rizieq dan umat Islam.

“Hai pak Tito,” teriaknya. “Buka mata hatimu, itu provokator sejati itu. Jangan Habib Rizeq, jangan umat islam kau injak-injak terus,” sambungnya.

Kemudian Gus Nur menegaskan bahwa dia bicara tidak atas kepentingan siapa-siapa. Juga tidak ada yang bayar. Dia juga tidak punya bodigat. Namun, dia menyebut dan menjadikan Al Qur’an sebagai bodigatnya.

“Saya ngomong begini, tidak ada yang bayar. Saya tidak punya bodigat, kecuali Al Qur’an bodigat saya, dan ini live. Saya bukan orang mabuk, saya sadar, ini bukan cari sensasi, saya sadar ini,” ucap Gus Nur sombong.  Al Qur’an bodigat Gus Nur, penistaan?

Terakhir Gus Nur teriak-teriak memanggil Jokowi. Katanya, di medan ada enam masjid dirobohkan. Namun, dikoreksi oleh jamaah, ada 12 masjid yang dirobohkan.

Tonton Video: Duh! Gus Nur Sebut Qur'an Bodigat

“Subhanallah, pertahankan masjid ini. Pak jokowi, saya sekarang di Sumatra Utara. Tepatnya di medan. Di sini sudad ada 12 masjid dirobohkan. Satu dibakar,” katanya. [dutaislam.com/pin]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini