Jumat, 27 April 2018

Meski Sudah Sepuh, Pak Bambang Masih Aktif Ajari Generasi Muda tentang Wayang dan Pentingnya Membaca

Bambang Eka Prasetya, M.M. (Foto: Istimewa)
Oleh Vinanda febriani

DutaIslam.Com - Namanya Bambang Eka Prasetya, M.M., ia akrab dipanggil Pak Bambang. Penyair dan sastrawan kelahiran Kepanjen Jombang, Jawa Timur pada 5 Desember 1952 ini merupakan salah satu penyair sekaligus budayawan yang merupakan anak dari pasangan suami-isteri seniman ludruk, Cak Ngarman dan Ismi Hajati.

Pak Bambang adalah salah-satu "Sedulur Jamaah Kopdariyah, Netizen Magelang Raya" yang memiliki bakat seni yang istimewa. Di umurnya yang sudah 66 tahun, Pak Bambang masih bersemangat "nguri-uri, ngrawat lan ngruwat" budaya yang hampir tertimbun bumi, hampir luput dari pandangan mata dan sentuhan nurani generasi muda saat ini.

Melalui pesan "Inbox" akun Facebooknya, 'Bambang Eka Bep' kepada saya, ia menuliskan pengalaman-pengalaman pribadinya di dunia sastra penyair. Sebelumnya, ia adalah sosok yang aktif berkarya di Teater Arena Madiun (1972-1975) dan rutin mengisi ruang sastra RRI Madiun-Jawa Timur. Mantan Direktur Utama PT. Tata Banua Adinusa Kota Banjarbaru-Kalimantan Selatan pada tahun 2010 sampai dengan 2014, dan pernah juga mengasuh ruang sastra "Bisikan Malam" Radio Siaran Pemerintah Kota Madya Magelang (1976-1979).

Pria lulusan Magister Program Studi Manajemen (Strata 2) STIE Panca Setia Banjarmasin-Kalimantan selatan (2009) ini menuliskan banyak karya, salah satunya berjudul "Tabur Bunga Penyair Indonesia dalam Seperempat Abad Haul Bung Karno" yang di terbitkan oleh Lingkar Sastra Blitar (1995), Antologi Puisi "Puisi Menolak Korupsi" Jilid 1 dan 2 yang di terbitkan oleh Forum Sastra Surakrta (2012), antologi Puisi Penyair Nusantara "Merangkai Damai" yang diterbitkan oleh Nittramaya tahun 2015, dan masih banyak lagi karyanya yang telah di terbitkan.

Melalui pesan Inbox Facebook, Pak Bambang berpesan kepada generasi muda NKRI supaya senantiasa menjadi generasi yang religius, nasionalis, mandiri, berjiwa gotong royong dan berkomitmen menjaga NKRI. "Generasi muda NKRI 'Zaman Now' dalam kondisi apapun semoga menjadi pribadi yang religius, nasionalis, mandiri, berjiwa gotong royong dan berkomitmen".

Selain menjadi penyair dan sastrawan, Pak Bambang juga berperan aktif menghidupkan minat baca masyarakat Magelang melalui komunitas 'Membaca Magelang', ia juga menghidupkan kembali dunia perwayangan di hadapan para muda-mudi dengan menjadikannya cerita yang unik, menarik dan asyik. Menurutnya, ini merupakan salah satu semangatnya dalam menjaga NKRI.

Vinanda Febriani, Jamaah Kopdariyah, Netizen Magelang Raya.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini