Jumat, 06 April 2018

Mengapa Sebagian Umat Islam Meninggalkan Sikap Pemaaf Seperti Junjungan Mereka Rasulullah?

Poster ajakan demo yang beredar
Oleh Habib Abdullah Ali Assegaf

DutaIslam.Com - Mengapa sebagian umat Islam telah meninggalkan dan membelakangi sikap-sikap pemaaf darir junjungan mereka Rasulullah saw dan 'Itrah Ahlulbait ra?

Ketika seseorang yang mengaku bersalah dan kemudian meminta maaf atas kesalahannya, sudah selayaknya umat Islam memaafkannya sesuai ajaran Islam yg hanif ini.

Rasulullah saw memaafkan wanita Yahudi Khaibar yang memberikan racun pada daging domba yang diberikan kepada Rasulullah saw, ketika wanita Yahudi Khaibar ini meminta maaf.

Imam Ali ra memaafkan perbuatan penduduk Basrah yg memerangi beliau dalam perang Jamal.

Imam Ali ra memaafkan perbuatan Abdurrahman Ibnu Muljam yang telah berusaha membunuh beliau dengan menghunuskan pedang beracun di kepala suci beliau, walaupun hukum qishas tetap berlaku.

Imam Husain ra memaafkan Hurr bin Yazid Riyahi ketika meminta maaf atas perbuatan Hurr sebelumnya yang telah mengundang Imam Husain ra untuk berangkat ke Kufah hingga sampai di Karbala.

Dan sikap memaafkan yang lain dari 'Itrah Ahlulbait kepada orang-orang yang meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat terhadap Al-Ma'sumin.

Jika permintaan-permintaan maaf dari orang-orang yang ingin melakukan pembunuhan terhadap Rasulullah saw dan 'Itrah Ahlulbait saja dimaafkan oleh manusia-manusia suci ini, lalu mengapa sebagian umat yang banyak melakukan dosa tidak mau memaafkan orang yang meminta maaf atas kesalahan dalam puisinya? [dutaislam.com/gg]

Source: Abdullah Ali Assegaf

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini