Kamis, 05 April 2018

Kitab Asbabun Nuzul al-Wahidi, Keprihatinan atas Kualitas Riwayat Asbabun Nuzul

Kitab asbabun nuzul al-Wahidi

Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi disusun atas dasar rasa prihatin dari al-Wahidi karena banyaknya ulama yang menggunakan riwayat palsu. Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi ini menuai kritik dan apresiasi dari ulama lain.

Dutaislam.com - Selain kitab asbabun nuzul karya Imam Suyuthi, khazanah keilmuan Islam juga mengenal kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi. Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi terbit terlebih dahulu sebagai referensi dalam menafsirkan ayat-ayat al-Quran. Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi menjadi literatur ilmu al-Qur'an yang legendaris dan masih digunakan sebagai referensi hingga sekarang.

Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi, memiliki judul asli Asbabun Nuzulil Qur'an yang berjumlah 568 halaman. Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi ini pernah diterbitkan di Beirut, Libanon pada tahun 1411 hijriyah atau 1991 masehi. Namun sayangnya belum ada terjemahan kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi dalam versi Bahasa Indonesia yang bisa mempermudah umat muslim Indonesia memahami sebab-sebab turunnya ayat al-Qur'an.

Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi ditulis oleh al-Wahidi sendiri yang memiliki nama asli Ali bin Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Mattuyah. Selain kitab asbabun nuzul al-Wahidi, beliau juga terkenal sebagai seorang muslim yang memiliki khazanah keilmuan yang luas dan dalam, terutama dalam bidang tafsir dan ilmu nahwu. Al-Wahidi pernah menulis sejumlah karya yang dijadikan landasan metodologis karya ulama besar lainnya. Di antara karya al-Wahidi ialah al-Wajiz at-Tafsir, al-Basith at-Tafsir, al-Wasith fi Tafsir al-Qur'an al-Majid, asbabun nuzul karya al-Wahidi serta masih banyak lagi.

Mengenai periwayatan asbabun nuzul suatu ayat, al-Wahidi menegaskan bahwa umat muslim tidak boleh berkata soal asbabun muzul kecuali dengan jalur periwayatan yang jelas. Orang yang meriwayatkannua harus mendengar dari orang-orang yang menyaksikan secara langsung asbabun nuzul suatu ayat.

Respon atas Sebuah Keprihatinan


Dalam muqaddimah kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi, beliau menuliskan latar belakang penyusunan kitab tersebut. Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi ditulis atas keprihatinan beliau mengenai kajian ilmu-ilmu al-Qur'an yang melemah dibandingkan masa sebelumnya. Dalam muqaddimah kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi, beliau menilai pada saat itu para ulama tidak lagi memperhatikan kualitas periwayatan dalam asbabun nuzul.

Al-Wahidi mengidentifikasi dalam muqaddimah kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi, pada masa itu terdapat banyak orang yang menciptakan riwayat-riwayat baru. Mereka  mendustakan jalur periwayatan yang lebih shahih. Dalam muqaddimah kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi ini, beliau mengutip ancaman terhadap orang-orang yang berdusta kepada al-Quran. "Siapa saja yang berdusta kepada al-Qur'an tanpa ilmu (periwayatan shahih), maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka".

Bermula dari keprihatinan itulah yang menjadi latar belakang penyusunan kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi. Kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi disusun berdasarkan riwayat yang beliau dapatkan dari para gurunya, Imam ats-Tsa'labi dan diseleksi dengan ketat menggunakan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Dengan penyusunan kitab Asbabun Nuzul karya al-Wahidi, beliau berharap agar umat muslim sadar akan pentingnya jalur periwayatan yang shahih. Tidak lantas percaya dengan jalur periwayatn yang dibuat dan dilencengkan.

Kritik dan Apresiasi 


Kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi menuai sejumlah kritik sekaligus apresiasi dari ulama lain yang hidup satu masa dengan al-Wahidi maupun ulama setelahnya. Beberapa ulama yang mengkritik kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi di antaranya:

1. Imam Suyuthi, memberikan kritik terhadap kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi karena mengutip periwayatan dari ayah Abdurrahman al-Sulami. Imam Suyuthi menilai tafsirannya tergolong tidak baik.

2. Imam al-Katali menilai kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi yang memiliki guru bernama ats-Tsa'labi tidak terdapat banyak kajian hadis. Bahkan dalam penafsiran keduanya, khususnya penafsiran ats-Tsa'labi, banyak dijumpai hadis-hadis palsu.

3. Ibnu Taimiyah juga memberikan komentar terhadap kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi. Beliau mengatakan bahwa terdapat banyak hadis dhaif dalam kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi. Sebab al-Wahidi banyak menggunakan riwayat dari gurunya ats-Tsa'labi yang juga mengutip hadis palsu terutama dalam riwayat tentang keutamaan surat yang beliau dapatkan dari Abu Umamah.

Selain menuai kritik, kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi juga memperoleh sejumlah apresiasi dan komemtar positif dari beberapa ulama. Apresiasi tersebut berdasarkan pada sifat-sifat al-Wahidi yang dinilai turut menyumbangkan pikiran serta gagasannya untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam.

1. Meskipun Imam Suyuthi memberikan kritik terhadap kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi, beliau juga memberikan apresiasi. Imam Suyuthi menilai bahwa al-Wahidi termasuk orang yang menghabiskan waktunya untuk belajar ilmu tafsir serta berbagai macam bidang keilmuan lainnya.

2. Adz-Dzahabi mengatakan alwahidi merupakan seorang muslim yang memiliki ikmu tinngi, seorang ahli tafsir dan ta'wil.

3. Sementara Ibnu Qadhi Syuhbah mengatakan, al-Wahidi sebagai orang yang ahli fiqih, nahwu, sastra, serta tafsir pada masanya.

Lantas bagaimanakah pendapat Anda tentang kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi?  Sudah pernahkah Anda membaca dan mengkajinya? Jika belum, silahkan download kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi di sini. [dutaislam.com/ali]

Artikel Dutaislam.com

Demikian ulasan tentang kitab asbabun nuzul karya al-Wahidi serta latar belakang penulisannya. Sebagai bahan pembandingan silahkan baca ulasan tentang asbabun nuzul karya Imam Suyuthi di bawah ini.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini