Jumat, 06 April 2018

Kiai Muhammadun: Ulama yang Kerap Booking Pelacur

Masjid Kajen, Margoyoso, Pati. (Foto: Istimewa)
Oleh Habib Anis Sholeh Ba’asyin

DutaIslam.Com - Mbah Madun, sapaan akrab untuk Kyai Muhammadun dari Kajen-Pati, semasa hidupnya -sampai akhir 50an- dikenal dengan tindakan-tindakannya yang sering ‘eksentrik’. Bayangkan, sebagai seorang kyai yang alim dan disegani di daerahnya, hampir tiap malam tanpa segan-segan dia keluar masuk tempat-tempat kumuh dan rawan, tak terkecuali tempat pelacuran.

Bahkan, bila punya uang, tanpa malu dia akan mem-booking beberapa pelacur sekaligus. Tentu bukan untuk dilayani, tapi malah melayani: mengajari mereka mengaji atau dasar-dasar agama lainnya. Atau paling tidak -kalau suasananya dianggap tidak tepat- cukup dengan menyuruh mereka beristirahat dan tidak melayani tamu; sehingga minimal malam itu mereka tidak berbuat dosa.

Karena penasaran, sahabatnya sesama kyai suatu saat sempat mempertanyakan sikap ‘eksentrik’ Mbah Madun ini: kenapa dia begitu perhatian terhadap kalangan yang dianggap sampah oleh masyarakat, tapi terkesan abai terhadap tugasnya sendiri sebagai kyai di tengah masyarakatnya. .

“Lho, disini kan sudah banyak yang mengajar?” jawabnya ringan. .

“Sementara orang-orang itu, siapa yang mengajar? Bayangkan, kalau di hari kiamat mereka protes dan menolak masuk neraka, karena merasa belum pernah mendapat informasi agama yang memadai! Pada saat diseret ke neraka, mereka pasti akan ngganduli (memegang erat.red) sarung kyai-kyai disini! Kyai-kyai yang mereka anggap tidak mengajari mereka tentang agama, tentang surga dan neraka! Lha kalau diganduli (dipegangi erat.red) seperti ini kan payah! Para kyai bakal jatuh bangun, kesrimpet-srimpet (tersaruk-saruk.red) sarungnya sendiri untuk berjalan ke surga!” [dutaislam.com/gg]

Source: IG @ulama.nusantara

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini