Sabtu, 07 April 2018

KH Abdul Manan: Jika Masjid Dipenuhi dan Dikelola Nahdliyin, Indonesia Damai

KH Abdul Manan
DutaIslam.Com - Gaya ceramah KH Abdul Manan yang santai dan humornya yang khas mampu menarik perhatian hadirin pada acara Rapat Pimpinan dan Training of Trainer Muharrik Masjid dan Dakwah Nahdlatul Ulama se Kalimantan Barat di Aula Multazam Asrama Haji Kota Pontianak, Jum’at (07/04/2018).

Dengan mengangkat tema “Peran Takmir Majid dan Khatib dalam Menebarkan Islam Damai serta Menangkal Politisasi Isu SARA”, Kiai Manan menegaskan bahwa Takmir Masjid dan Khatib harus dipenuhi dan diurusi oleh Nahdliyin, sebagai muharrik.

Ia menjelaskan tentang syarat menjadi seorang muharrik, salah satunya harus paham dengan ke-NU-an. ‘‘Syarat jadi Muharrik ya harus paham dengan NU, khususnya pemahaman NU tentang Keagamaan soaial dan kemasyarakatan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, NU harus bisa memakmurkan dan mengisi masjid karena silsilah keilmuan NU itu jelas, yaitu dari KH Hasyim Asyari yang sanadnya sampai ke Rasulullah SAW. Selain itu NU itu didirikan oleh para ulama, dan para ulama memiliki otoritas atau derajat yang tinggi karena merupakan pewaris para nabi.

“Para Nabi mewariskan ilmu, para ulama mendapatkan warisan itu dengan mempelajari ilmu yang diwariskan para nabi, jadi ulama itu penerus ulama sebelumnya,” jelasnya. Yang kedua mengapa harus muharrik NU, Karena NU mengikuti faham Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Aswaja berdiri di atas kebenaran, dan ajaranya penuh kedamaian.

“Tak heran banyak negara Timur Tengah yang kepengen belajar Islam yang damai dengan kita, ya karena kita Ahlus Sunnah Waljamaah an Nahdliyin,” tuturnya. Kiai Manan menjelaskan, masjid merupakan bangunan pertama kali yang berdiri di atas bumi yaitu Masjidil Haram yang dibangun para malaikat, dan Rasulullah juga berhijrah dari masjid ke masjid.

“Karena masjid merupakan pusat peradapan, untuk itu penting bagi Warga NU untuk mengaktualisasikan masjid sebagai benteng NKRI, demi terciptanya Islam yang damai, dan tentunya untuk menangkal politisasi isu SARA, agar tidak terjadi perpecahan,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa di Indonesia kurang lebih ada 1 juta Masjid, 800 masjid dibangun oleh NU. Untuk itu perlu warga NU untuk memakmurkan masjid. Dalam hal ini, Takmir dan Khatib sangat berpengaruh, demi mewujudnya kedamaian dan menangkal berita hoax maupun politisati isu SARA.

“Jika warga NU berhasil mewujudkan hal itu, maka Indonesai akan sentosa dan damai, sehingga kita bisa fokus beribadah kepada Allah,” pungkasnya. [dutaislam.com/maulida/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini