Senin, 16 April 2018

Gus Ishom Cucu Pendiri NU: Kepada Guru Ngaji Al-Qur'an Ketika Kecil, Ia Tak Berani Mendahului

KH Ishom Hadziq (Gus Ishom). Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Diceritakan, ketika beliau sedang mengendarai mobil, di tengah perjalanan bertemu dengan seorang kakek-kakek yang sedang mengendarai sepeda. Gus Ishom tidak berani mendahuluinya meskipun dirinya sedang mengendarai mobil. Sampai akhirnya seorang kakek itu berhenti, ia pun ikut berhenti.

Lalu Gus Ishom turun dari mobil dan menghampiri kakek-kakek tersebut. Langsung saja Gus Ishom mencium tangan si kakek dan mengucapkan: "Dulu Panjenengan adalah guru ngaji al-Quran saya sewaktu saya masih kecil."

Gus Ishom (KH. Ishom Hadziq Tebuireng Jombang) adalah cucu pendiri Nahdlatul 'Ulama Hadrotu syaikh Moh. Hasyim As'ary dari Ibu Nyai Khodijah. Beliau Selama puluhan tahun mondok di Lirboyo, saat usia masih dua puluhan, beliau sudah mengajar tingkat Tsanawi, sampai Aliyah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM) Lirboyo.

Keistimewaan Gus Ishom diluar batas teman seangkatannya, beliau tidak pernah membawa kitab ketika ngajar. Kitab sebesar Uqud al-Juman (kitab dalam bidang balaghah [sastra] ), yang demikian sulit menurut standar santri, di tangan Gus Ishom seperti di luar kepala. Anehnya, ketika ngajar, yang dibawa bukan kitab, tapi koran, majalah, dan buku-buku umum (wacana).

Beberapa kitab karya gus ishom yaitu : 1. Audhohul Bayan Fi Ma Yata’allq Bi Wadhoifir Ramadhan. 2. Miftahul Falah Fi Ahaditsin Nikah. 3. Irsyadul Mukminin. KH. Ishomudin Hadziq wafat hari sabtu, 26 Juli 2003, tepat pukul 06.30 WIB, di Tebuireng Jombang. Alfatihah... [dutaislam.com/gg]

Source: IG @serambilirboyo

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini