Senin, 09 April 2018

Benarkah Nabi Khidir Masih Hidup?

Ilustrasi: Istimewa
DutaIslam.Com – Nabi Khidir disebutkan secara implisit oleh Allah dalam Surat al-Kahfi: 65. Berdasarkan hadis-hadis sahih yang dimaksud 'Hamba' tersebut adalah Nabi Khidir yang memiliki nama Balya ibni Malkan. Benarkah bahwa Nabi Khidir masih hidup sampai saat ini?

Berikuti ini paparan Ustad Makruf Khozin, MWC NU Center PWNU Jawa Timur dalam Ustad Makruf Khozin Online:

Syaikh Athiyah, Mufti Al-Azhar berkata:

تَحَدَّثَ الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ عَنْ عَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ تَقَابَلَ مَعَهُ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَكَانَ بَيْنَهُمَا مَا جَاءَ فِى سُوْرَةِ الْكَهْفِ {فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا} الآية: 65 وَتَحَدَّثَتِ السُّنَّةُ النَّبَوِيَّةُ الصَّحِيْحَةُ كَمَا رَوَاهُ الْبُخَارِى وَأَحْمَدُ وَالتُّرْمُذِى عَنْ هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ بِاسْمِ "الْخِضْرِ" لأَنَهَ جَلَسَ عَلَى فَرْوَةٍ بَيْضَاءَ هِىَ وَجْهُ اْلأَرْضِ فَإِذَا هِىَ تَهْتَزُّ مِنْ تَحْتِهِ خَضْرَاءُ(فتاوى الأزهر 10/ 425)

“Al-Quran mengisahkan seorang hamba diantara hamba-hamba Allah yang berjumpa dengan Nabi Musa, yang dijelaskan dalam surat al-Kahfi yang artinya: ‘Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami’. Hadis-hadis sahih, seperti al-Bukhari, Ahmad dan Turmudzi menjelaskan tentang ‘hamba’ ini adalah Khidir (hijau). Disebuut Khidir karena jika ia duduk di atas tanah yang tandus, maka akan tumbuh pepohonan yang hijau” (Fatawa al-Azhar 10 / 425)

Terkait apa benar masih hidup sampai sekarang? Para ulama berbeda pendapat. Menurut Hasan al Bashri dan Imam Bukhari, Nabi Khidir dan Nabi Ilyas telah wafat sebelum mencapai usia 100 tahun.

Namun mayoritas ulama mengatakan Nabi Khidir masih hidup. Menurut Imam Nawawi: "Nabi Khidir masih hidup, ada di tengah-tengah kita saat ini". Bahkan Mufti al-Azhar Syaikh Athiyah Shaqr mengutip dari al-Qurthubi (11/45) mentarjih bahwa ini adalah pendapat yang sahih (Fatawa al-Azhar 10/425)

Indikasi tersebut menurut Syaikh al-Azhar, Syaikh 'Athiyyah meliputi (1) Banyaknya kabar dari para ulama yang berkumpul bersama Nabi Khidir. (2) Adanya sebuah riwayat mmenjelang wafatnya Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa Nabi Khidir turut berta'ziyah dan Sayidina Ali bertanya kepada orang lain:

فَقَالَ: هَلْ تَدْرُونَ مَنْ هَذَا؟ هَذَا الْخِضْرُ وَعَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ. (رَوَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبِي عُمَرَ عن مُحَمَّدٍ بْنِ جَعْفَرَ بْنِ مُحَمَّدٍ : كَانَ أَبِي، يَذْكُرُ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ عَلِيٍّ، أَنَّهُ دَخَلَ عَلَيْهِ ... فَذَكَرَهُ بِسَنَدٍ رِجَالُهُ ثِّقَاتٌ اهـ (إتحاف الخيرة المهرة 2/ 526

"Tahukah kalian siapa dia? Dia adalah Khidir" (HR al-Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwwah dan Ibn Sa'd dalam Thabaqat al-Kubra).

Al-Hafidz al-Bushiri menilai perawinya terpercaya, namun beberapa ulama lain menilainya dhaif. Dan riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Khidir dan Nabi Ilyas selalu berjumpa di musim haji di Mina, namun riwayat ini disepakati oleh para ahli hadis sebagai riwayat yang sangat lemah.

Sementara di lingkungan Nahdlatul Ulama, masalah ini telah diputuskan dalam Bahtsul Masail di Pon. Pes. Zainul Hasan Genggong Kraksan Probolinggo 27-29 Juli 1984 dengan dua pertanyaan pokok: Masih hidupkah Nabi Khidlir itu? Bagaimana orang yang mengaku bertemu dengan Nabi Khidlir? padahal di dalam Al Qur’an ada ayat: وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ

Hasil Bahtsul Masail tentang masih hidup dan matinya Nabi Khidlir  terdapat perbedaan pendapat. Akan tetapi kebanyakan Ulama’ menyatakan masih hidup. Adapun kemungkinan bertemu dengan Nabi Khidlir AS itu bisa saja terjadi.

Dasar Pengambilan Hukum yaitu Tafsir al-Khazin, Juz III, Hlm. 209:

وَاخْتَلَفَ الْعُلَمَاءُ فِى أَنَّ الْخَضِرَ أَحَيٌّ أَمْ مَيِّتٌ، وَقِيْلَ إِنَّهُ حَيٌّ وَهُوَ قَوْلُ اْلأَكْثَرِيْنَ مِنَ الْعُلَمَاءِ، وَهُوَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ عِنْدَ مَشَايِخِ الصُّوْفِيَّةِ وَأَهْلِ الصَّلاَحِ وَالْمَعْرِفَةِ. وَالْحِكَايَةُ فِى رُؤْيَتِهِ وَاْلإِجْتِمَاعِ بِهِ وَوُجُوْدِهِ فِى الْمَوَاضِعِ الشَّرِيْفَةِ وَمَوَاطِنِ الْخَيْرِ أَكْثَرُ مِنْ أَنْ تُحْصَى.

"Terjadi perbedaan pendapat di antara para Ulama’ apakah Nabi Khidlir masih hidup atau sudah mati? dikatakan bahwa Nabi Khidlir masih hidup dan itu perkataan/ pendapat kebanyakan para Ulama’. Dan itu merupakan kesepakatan bagi para guru-guru sufi (ahli tasawuf) dan ahli kebaikan serta ahli ma’rifat. Dan juga cerita tentang terlihatnya Nabi Khidlir dan berkumpulnya. Dan masih nampak pada tempat-tempat yang mulia dan tempat-tempat baik yang banyak tidak terhitung. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini