Senin, 02 April 2018

Asbabun Nuzul Surat al-Kafirun: Prinsip Dasar Toleransi Antarumat Beragama


Prinsip dasar toleransi dalam asbabun nuzul Surat al-Kafirun

Sebab turunnya Surat al-Kafirun atau asbabun nuzul Surat al-Kafirun menjadi prinsip dasar penerapan toleransi antarumat beragama yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Berikut riwayat asbabun nuzul Surat al-Kafirun dari beberapa sahabat Nabi Muhammad.

DutaIslam.Com - Dalam riwayat asbabun nuzul surat Surat al-Kafirun disebutkan, ketika berdakwah menyebarkan agama Islam, Nabi Muhammad pernah mendapatkan godaan berupa harta, tahta, dan wanita dari kaum kafir Quraisy. Godaan tersebut disertai dengan berbagai macam persyaratan yang bertentangan dengan akidah Islam.

Peristiwa yang melatarbelakangi terjadinya asbabun nuzul Surat al-Kafirun terjadi ketika Nabi Muhammad masih menyebarkan agama Islam di Mekkah. Cerita tentang asbabun nuzul Surat al-Kafirun terdapat tiga versi periwayatan dari para sahabat nabi. Ketiga versi asbabun nuzul Surat al-Kafirun tersebut ialah:

1. Asbabun nuzul Surat al-Kafirun diriwayatkan oleh At-Thabrani dan Ibnu Hatim, bersumber dari Ibnu Abbas

Asbabun nuzul Surat al-Kafirun yang diceritakan dalam riwayat ini menyebutkan, kaum kafir Quraisy berusaha keras menghentikan dakwah Nabi Muhammad dengan berbagai upaya. Di antaranya dengan menawarkan status sebagai orang paling kaya di Mekah, serta dinikahkan dengan wanita cantik yang diinginkan Nabi Muhammad.

Dalam asbabun nuzul Surat al-Kafirun yang bersumber dari Ibnu Abbas tersebut, kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi Muhammad, "Hai Muhammad, kami menyediakan ini semua untukmu, tetapi syaratnya kamu tidak boleh memaki dan menjelekkan Tuhan kami," ucap salah seorang kafir Quraisy.

Rupanya kaum kafir Quraisy tidak hanya mengajukan satu syarat, dalam riwayat asbabun nuzul Surat al-Kafirun ini juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad harus menyembah Tuhan kaum kafir Quraisy selama satu tahun. Nabi Muhammad memberikan jawaban, "Aku menunggu wahyu dari Tuhanku".

Peristiwa itulah yang menjadi asbabun nuzul Surat al-Kafirun, sebagai jawaban Nabi Muhammad atas tawaran yang diajukan oleh kaum kafir Quraisy.

2. Asbabun nuzul Surat al-Kafirun diriwayatkan oleh Abdurrazaq bersumber dari Ibnu Mundzir

Dalam riwayat lain, cerita tentang asbabun nuzul Surat al-Kafirun tidak jauh berbeda dengan riwayat sebelumnya. Kaum kafir Quraisy mengiming-imingi Nabi Muhammad untuk menyembah Tuhan mereka dengan berbagai macam cara. Dalam asbabun nuzul Surat al-Kafirun versi kedua ini kaum kafir Quraisy berkata:

"Apabila engkau mengikuti kami menyembah Tuhan kami selama satu tahun, maka kami akan mengikuti agamamu dalam kurun waktu satu tahun pula". Nabi Muhammad tidak lantas memberikan jawaban karena masih menunggu wahyu yang turun dari Allah.

3. Asbabun nuzul Surat al-Kafirun diriwayatkan oleh Ibnu Hatim bersumber dari Said bin Mina

Asbabun nuzul Surat al-Kafirun dalam riwayat ini, Nabi Muhammad diiming-imingi dengan kekuasaan serta pengikut. Suatu ketika Nabi Muhammad berjumpa dengan beberapa tokoh kafir Quraisy, Al Walid bin Almughirah, al 'Ashi bin Wa'il, al Aswad bin al Muthalib dan Umayyah bin Khalaf.

Dalam asbabun nuzul Surat al-Kafirun versi ketiga ini diceritakan, salah satu dari mereka berkata, "Wahai Muhammad. Marilah bersama kita menyembah Tuhan yang kami sembah. Kami akan bergantian menyembah Tuhan yang kamu sembah. Kita akan bersekutu dalam segala urusan, engkaulah yang akan memimpin kami". Peristiwa inilah yang menjadi asbabun nuzul Surat al-Kafirun ayat 1-6.

Asbabun Nuzul Surat al-Kafirun: Penghargaan atas Agama Lain

Peristiwa yang terjadi dalam asbabun nuzul Surat al-Kafirun menjadi landasan sejarah kerukunan antara umat Islam dengan umat agama lainnya. Dalam berbagai versi periwayatan asbabun nuzul Surat al-Kafirun yang telah disebutkan di atas, Nabi Muhammad tidak lantas menjawab "iya" atau pun "tidak"  atas tawaran yang diberikan kaum kafir Quraisy. Nabi Muhammad lebih memilih menunggu wahyu dari Allah sebelum menentukan sikap sehingga peristiwa itu menjadi asbabun nuzul Surat al-Kafirun ayat 1-6.

Dalam ayat terakhir surat Surat al-Kafirun, Allah berfirman: "Bagimu agamamu, bagiku agamaku". Berlandaskan pada asbabun nuzul Surat al-Kafirun yang telah disebutkan di atas, maka ayat ini dapat dipahami sebagai ayat toleransi antarumat beragama.

Prinsip dasar ayat serta asbabun nuzul surat Surat al-Kafirun telah menjadi salah satu fondasi toleransi antarumat beragama yang telah dicontohkan Nabi Muhammad sejak 14 abad lalu. Peristiwa asbabun nuzul surat Surat al-Kafirun telah menjadi contoh  dari Nabi Muhammad untuk bersikap dengan non muslim, masih relevan jika diterapkan di zaman sekarang. Tentu saja diiringi dengan kontekstualisasi yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.

Dengan menengok kembali asbabun nuzul surat Surat al-Kafirun, seorang muslim akan mampu berlaku bijak dengan tidak mengolok-olok umat beragama lain serta tidak memaksanya untuk masuk Islam. Sebab mereka tetap bisa hidup berdampingan di tengah adanya perbedaan, sebab ada terdapat sebuah prinsip yang disepakati bersama, "bagimu agamamu, bagiku agamaku".

Apabila prinsip dasar toleransi antarumat beragama yang bersumber dari surat dan asbabun nuzul surat Surat al-Kafirun, ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka konflik atas nama agama akan dapat diminimalisir. [dutaislam.com/ali]

Artikel Dutaislam.com

Demikianlah penjelasan tentang asbabun nuzul surat al-Kafirun yang menjelaskan tentang prinsip dasar toleransi antarumat beragama. Adapun asbabun nuzul tentang perintah berhijab, silahkan baca dalam artikel di bawah ini.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini