Senin, 09 April 2018

Aksi Bela Islam dan Ulama Hanya Gombalan Mukiyo, Akal Bulus Menipu Si Lugu dan Si Unyu

GNPF MUI aksi kasus dugaan penistaan agama Ahok 2017 lalu. Foto: Istimewa
Oleh Sumanto Al Qurtuby

DutaIslam.Com - Dulu, di zaman Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang amburadul itu, mereka mengelu-elukan Kiai Ma'ruf Amin, Ketua Umum Majlis Ulama (MUI) hingga menggelar aksi "Bela MUI" dan "Bela Ulama" berkali-kali bolak-balik kayak setrikaan. Bahkan sampai Si Ucup pernah akting nangis mewek-mewek di tipi. Katanya tak rela kalau ada ulama dihina.

Kini, mereka ramai-ramai melecehkan, menghina dan mengfitnah Kiai Ma'ruf Amin yang dulu dipuja-puji itu gegara beliau minta umat Islam memaafkan sang "pembawa puisi".

Sejak zaman bahula, saya sudah mengingatkan: tidak ada yang namanya aksi bela ulama, bela MUI, bela Islam dan tetek-bengek lainnya. Semua itu adalah gombalan mukiyo dan "akal bulus" mereka saja untuk menipu dan mengelabuhi kaum Muslim yang lugu dan unyu.

Sejak zaman onta masih bayi (kini ontanya sudah jenggotan), saya sudah ingatkan: aksi-aksi itu sejatinya adalah untuk melampiaskan syahwat dan nafsu mereka belaka karena gagal orgasme di jalur yang benar. Islam, ulama, MUI, dan lain-lain hanya dipakai atau dijadikan sebagai kedok dan "topeng monyet" belaka. Tidak lebih, tidak kurang.

Kapan kalian bisa sembuh dari penyakit bego permanen, wahai para makhluk jelmaan munyuk bintul? [dutaislam.com/pin]

Keterangan: 
Diambil dari akun Facebook Sumanto al Qurtuby 

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini