Sabtu, 03 Maret 2018

Prinsip Berbangsa dan Bernegara Menuju Perdamaian Dunia (Catatan Diskusi Bersama Gus Yahya)


DutaIslam.Com - Untuk memperjuangkan perdamaian dunia dan tegaknya negara yang mengayomi semua orang tanpa melihat etnis, agama, warna kulit dan keberagaman lainnya maka perlu disepakati beberapa hal sebagai berikut:

  ١. لا دم حلال

Tidak ada darah yang halal atau boleh ditumpahkan kecuali atas dasar hukum negara dan diputuskan oleh hakim. Kalau perlu hukuman mati dihapuskan. Setiap nyawa harus dilindungi dengan alasan kemanusiaan. Tidak boleh ada pertumpahan darah dengan alasan agama, kebencian, konflik sosial politik atau alasan lainnya.

٢. لا عداوة باسم الدين

Tidak boleh ada permusuhan yang mengatasnamakan agama. Sehingga agama tidak boleh dijadikan sebagai alat politik. Harus dihindarkan agitasi yang menggunakan agama, apalagi utk memilih atau tidak memilih partai atau calon pemimpin tertentu.

٣. اقامة الدولة الشعبية

Penegakan negara bangsa atau nation state. Tidak perlu mimpi khilafah utk mencari imamatul 'udhma (امامة العظمى), kepemimpinan agung utk seluruh umat manusia. Pemimpinnya disebut imam besar (  الامام الاعظم). Mimpi itu terbukti memicu konflik yang luas dan memakan banyak korban manusia tak berdosa yang mati sia-sia di berbagai belahan dunia, terutama kawasan Timur Tengah.

٤. قبول امامة غير المسلم

Diterimanya pemimpin non muslim sepanjang dicapai dengan cara yang konstitusional.

ه. قبول تطبيق القوانين والاحكام من الحكومة غير الشرعية

Diterimanya segala pemberlakuan undang-undang, peraturan dan hukum dalam tatanan hukum pemerintahan yang sah, meski bukan hukum syari'at oleh semua warga negara.

Tanpa ditegakkannya 5 (lima) prinsip di atas, maka kekacauan dan konflik sosial dengan berbagai alasan dan pemicunya akan selalu berpotensi muncul dan mewarnai dinamika kehidupan suatu bangsa.

Bila kita mendamba kehidupan yang aman, tentram dan damai, maka kita harus memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh melalui cara apapun yang memungkinkan. [dutaislam.com/gg]

Keterangan: Catatan diskusi bersama KH. Yahya Cholil Staquf, Katib Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ahad 25 Februari 2018 di lobby hotel Atria Magelang. Disarikan oleh Achmad Labib Asrori Chizqy.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini