Jumat, 30 Maret 2018

Potensi Konflik Sunni-Syiah dalam Konspirasi Barat, Bersabarlah!

Foto: Istimewa
Oleh Ayik Heriansyah

DutaIslam.Com - Terlalu simplisistik jika konflik di Arab khususnya Suriah dikaitkan langsung antara sunni syiah. Justru potensi konflik sunni syiah di sana masuk dalam konspirasi Barat dan Rusia.

Berikut ini adalah analisanya:

1. Krisis Arab adalah krisis sepanjang zaman sebelum Nabi Muhammad saw di utus ke dunia.

2. Romawi dan Persia negara adikuasa yang menguasai kawasan Arab minus Hijjaz (Arab Saudi sekarang).

3. Blok Romawi meliputi kawasan Syam (Suriah, Lebanon, Palestina, Yordania), kawasan Magribi (Mesir, Sudan, Aljazair, Libya, Tunisia, Maroko) Abbesina (Etiopia).

4. Blok Persia meliputi Asia Tengah, Afghanistan, Iran, Irak, Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar dan Yaman.

5. Setelah pasca Nabi Isa, agama Kristen pecah menghasilkan 3 aliran utama yaitu Kristen Ortodoks, Katolik dan Nestorian.

6. Kerajaan Romawi mengambil aliran Katolik sebagai agama resmi yang berpusat di kota Roma. Mereka disebut Romawi Barat. Sedangkan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel (Turki) menjadikan Kristen Ortodoks sebagai aliran resmi. Adapun golongan Nestorian adalah kelompok nasrani yang lurus. Mereka mempertahankan ajaran Tauhid yang diajarkan Nabi Isa. Mereka banyak tinggal di daerah Syam dan Jazirah Arab.

7. Kerajaan Persia sendiri beragama Majusi dan Zoroaster.

8. Setelah Rasulullah Saw keadaan dunia berubah. Satu per satu daerah kekuasaan Romawi (Barat) dan Persia masuk ke dalam Islam. Terakhir Romawi Timur (Konstantinopel) pada tahun 1453 berhasil ditaklukkan kemudian berlanjut ke negara-negara Eropa Tenggara (Balkan).

9. Sepanjang abad pertengahan perang "agama" antara Islam dan Kristen berlangsung sengit. Orang Kristen menamakannya perang Salib. Di pihak Islam menyebutnya jihad dan futuhat fi sabilillah.

10. Aktor utama perang di kawasan Arab adalah dua agama samawi itu. Sedangkan Yahudi berperan di balik layar karena posisinya diapit oleh agama Islam dan Kristen.

11. Di sisi lain juga terjadi rivalitas antara Romawi Barat (Katolik) dengan Romawi Timur (kristen ortodoks) terkait siapa pemegang supremasi kepemimpinan Kristen dunia.

12. Drama perang antar 3 agama samawi ini berlanjut di abad modern. Tentu dengan format yang baru.

13. Negara-negara Eropa Barat menjadi ahli waris Romawi Barat sedangkan Eropa Timur mewarisi Kristen Ortodoks. Pusat Kristen ortodoks pindah ke Rusia setelah Konstantinopel ditaklukkan Sultan Muhammad al Fatih.

14. Ahli waris Romawi Barat dan Timur ingin mengembalikan kejayaan Romawi dan mengambil wilayah mereka yang masuk Islam.

15. Lalu terjadilah perang dunia pertama yang berhasil mengerat-ngerat wilayah umat Islam menjadi beberapa negara keci melalui perjanjian Syskes Picot. Rusia sebagai negara Kristen Ortodoks punya misi suci mengembalikan Konstantinopel ke pangkuan Kristen ortodoks.

16. Arab dari Maroko sampai Irak, dari Lebanon sampai Yaman sebenarnya satu bangsa. Negara-negara kecil hasil perjanjian Syskes Picot sejatinya bukan negara bangsa (nation state) melainkan negara boneka dari tuan-tuan Eropa mereka.

17. Arab Saudi boneka Inggris, Suriah punya Rusia, Lebanon milik Perancis, Libya punya Italia, dll.

18. Terlalu simplisistik jika konflik di Arab khususnya Suriah dikaitkan langsung antara sunni syiah. Justru potensi konflik sunni syiah di sana masuk dalam konspirasi Barat dan Rusia. Bersabarlah, jangan mengambil tindakan fisik dang militer. Ini yang diingatkan oleh Syaikh Said Ramadhan al-Buthi ketika perang sipil di Suriah baru mulai.

19. Sayangnya, kelompok Wahabi tidak mengindahkan nasehat Syaikh Said Ramadhan al-Buthi. Akhirnya yang terjadi, terjadilah. Wallahu a'lam bish shawab. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini