Senin, 26 Maret 2018

[Ngakak] Humor Embah Jarkoni, Tujuh Pantangan Harus Dihindari

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Suatu pagi di desa terpencil dekat kota Fak Fak, banyak orang berkerumun untuk beraktivitas pagi: ada yang menjual dan membeli bahan makanan. Ada juga yang sekadar main untuk mendengarkan petuah Embah Jarkoni.

Orang tertua di desanya itu selalu bawa serta istri dan cucu angkatnya. Isterinya biasa dipanggil Embah puteri. Mas Karepe Dewe, nama cucu laki-laki dan Neng Ayulunga, si cucu perempuan.

Embah Jarkoni dengan suara lantang, meski usia hampir dua abad menyeru,“Sederek-sederek! Aku rep ceritro, dengerno yo (Saudara-saudara, saya mau cerita. Dengarkan ya),” ujarnya mengawali kata-katanya.

Ada tujuh pantangan yang harus dihindari. Orang-orang ndeso hening, apa gerangan yang akan disampaikan si Embah.

"Sing cepet. ojo sue-sue mandeg ngomonge (cepat, jangan lama-lama ngmongnya),” ujar Eyang puteri, isteri Jarkoni yang penasaran, karena suaminya menjeda pidatonya agak lama.

“Hus, kowe ojo melu-melu (hus, kamu jangan ikut-ikutan),” tandasnya.

Saudara-saudara, ada yang tidak boleh dikakukan, karena manusia tidak akan mampu melakukannya.

1. Berhentilah menuntut ilmu
2. Jangan membalas budi
3. Jangan mengarungi lautan
4. Berhenti juga menimba ilmu
5. Jangan lupa daratan
6. Tidak boleh ng(k)urusi orang
7. Jangan mau jadi atasan!

Sopo sing tahu alasannya?

Semuanya bungkam. Tidak tahu jawaban tujuh hal yang diberikan Embah Jarkoni.

"Kalau tidak tahu, saya beri tahu," katanya kemudian.

1. Jangan sembarangan menuding, sebab ilmu tidak bersalah.

2. Pak Budi itu orang baik-baik, belum tentu Budi yang melakukannya.

3. Lautan iku luas, sehingga karung lebih cocok untuk wadah beras.

4. Ilmu ada di sekolah dan majelis taklim, ilmu tidak ada di dalam sumur.

5. Ya, karena kalau lupa daratan, kamu mau tinggal di mana?

6. Betul itu, sebab belum tentu orang laen pengen kurus.

7. Murah harganya, karena di Tanah Abang, atasan cuma10 ribu dapat 3. [dutaislam.com/pin]

Keterangan: 
Diambil dari ltnnujabar.or.id. Note:
Nama dan tempat hanya fiktif.
Jarkoni = berujar (bicara), tapi tidak ngelakoni (menjalankan). 

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini