Kamis, 01 Maret 2018

Ini Sikap Keberatan Ansor Pati Atas Kehadiran Presiden Jokowi di Muktamar Jatmi

Warga Tolak Sodomi di Pati
DutaIslam.Com - Menyikapi tetap digelarnya Muktamar Jamiyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (Jatmi), yang akan digelar di Dukuhseti, Pati, Jateng, 10 Maret 2018, Pengurus PC Ansor Pati melarang anggotanya ikut terlibat dalam kegiatan yang dianggap meresahkan kalangan anti LGBT dan kejahatan seksual tersebut.

Dalam rilis GP Ansor-Satkorcab Banser Pati yang dikirimkan kepada redaksi Dutaislam.com pada Kamis (01/03/2018), ketua GP Ansor Pati, Imam Rifa'i, S.STP, M.M, memerintahkan satgas Ansor mensweeping anggota Banser nya yang terlibat kegiatan Muktamar Jatmi.

Ia juga menghimbau kepada sahabat Ansor-Banser dari luar Kabupaten Pati tidak terlibat kegiatan muktamar Jatmi yang sangat meresahkan masyarakat setempat.

"Insya Allah akan ada razia Banser yang tidak mematuhi instruksi Rois Syuriah Kab. Pati, Kiai Aniq Muhammadun, karena Jatmi bukan Banom NU dan tuan rumah adalah mantan narapidana sodomi pada anak, sehingga sangat mencederai gerakan anti kekerasan seks pada anak," ujar Imam Rifa'i kepada Dutaislam.com.

Selain itu, Ansor dan Banser Satkorcab Pati juga keberatan atas rencana kehadiran Presiden Jokowi dalam muktamar. Ini surat lengkapnya:



Baca berita penolakan Muktamar Jatmi yang tidak dimuat di koran lokal Pati:
  1. Mantan Narapidana Sodomi Ini Undang Presiden Jokowi ke Muktamar Jatmi, Apa Kata Aktivis Anti LGBT?
  2. Kehadiran Presiden ke Muktamar Jatmi Bakal Melukai Korban Sodomi Wagiman
  3. Warga Dapat Aduan, Mantan Napi Sodomi Wagiman Punya Korban Baru
  4. Sepanduk Stop Sodomi di Dukuhseti Pati Dicopot Satpol PP
Dasar yang digunakan Imam Rifa'i atas keberatan tersebut adalah fatwa Rois Syuriah PCNU Pati, masukan ulama, sesepuh dan aktivis anti LGBT yang ada di Pati juga. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini