Senin, 19 Maret 2018

"Dosa-dosa" Ustadz Abdul Somad Sehingga Kealimannya Layak Dipertanyakan


DutaIslam.Com - Nama Ustadz Abdul Somad mulai naik daun ketika ustadz-ustadz sunni melawan wahabi yang rajin membid'ahkan hampir seluruh amaliah umat Islam ahlus sunnah wal jamaah Indonesia.

Ustadz Somad yang cakap bicara mengenai hadits Nabi ini dinilai berhasil memukul balik kaum wahabi. Banyak orang kemudian mengapresiasi ketangkasan Ustadz Abdul Somad. Dakwahnya berhasil mendapat dukungan besar dari publik Islam Indonesia.

Saat itulah nama Ustadz Somad semakim muncer. Sayangnya dia dinilai tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan. Jejak digital menunjukkan dia pernah "bermesraan" dengan HTI. Anehnya, Tak hanya Wahabi atau Syiah yang diserang, dia juga mulai menyerang NU dengan cara-cara yang tidak akademik dan menyudutkan.

Ustadz Abdul Somad memprovokasi jamaahnya mengenai ulama NU yang pantas diikuti. Dia membenarkan ada NU garis lurus dan sebaliknya. Dan baginya hanya ada tiga tokoh di NU yang layak jadi rujukan dan tiga-tiganya berasal dari NU garis lurus.

Padahal dia pasti tahu bahwa tidak ada organisasi NU garis lurus itu. Dengan menyebut hanya ada tiga tokoh muda NU yang layak menjadi rujukan, dia seperti menafikan yang lain, yaitu para kiai sepuh NU.

Nama Ustadz Somad terus muncer.  Dan di tengah kemuncerannya itu bekalangan ini Ustadz Somad bikin gaduh karena pendapatnya kerap kali kontroversial dan menyinggung sejumlah pihak

Berikut ini adalah daftar "dosa-dosa" Ustadz Abdul Somad yang sempat bikin gaduh di jagat maya:

1. Membuat fatwa menyesatkan tentang siapa saja yang ia anggap layak diikuti fatwanya. Ada ribuan tokoh dan ulama NU, namun dia hanya menyebut "yang secara sah" diikuti hanya tiga.

Ironisnya, tiga nama yang dia sebut justru sering mengutuk NU, tidak aktif di struktural NU tapi menjadi benalu untuk jamiyah NU. Mereka adalah KH Luthfi Bashori, KH Idrus Ramli dan Buya Yahya. Itu dikatakan oleh Abdul Somad saat mengisi acara Tabligh Akbar bertema "Pemuda Akhir Zaman" di Gedung Drs. Sutan Balia Universitas Riau, (Jumat, 14 April 2017).

Baca: Ustadz Ini Beri Fatwa Sesat Kalau Ikut NU Suruh ke Luthfi Bashori, Idrus Ramli dan Buya Yahya

2. Mengolok-ngolok artis Rina Nose dengan menyebutnya pesek hingga mendapat tanggapan kecewa dari Rina.

Kelakuan Ustadz Abdul Somad ini bermula ketika mendapatkan pertanyaan dari jama'ah tentang fenomena Rina Nose yang buka jilbab. Pertanyaan itu bukan dijawabnya serius, malah mempertanyakan Rina Nose dengan menyebut fisik Rina Nose.

“Rina Nose itu siapa? Artis?". Sejumlah jamaah pun menjawab, "artis". “Yang pesek itu? Saya kalau artis-artis jelek kurang berminat saya mengamati, apa kelebihan dia? Pesek, buruk itu lho," kata Abdul Somad disambut tawa riuh para jamaah. (video diunggah akun Media Alquran Sunnah, Kamis (16/11/2017).


3. Ustadz Abdul Somad menyamakan Basuki Tajahaja Purnama alias Ahok dengan setan. Ungkapan Ustadz Somad berawal dari sebuah pertanyaan tentang sasaran godaan iblis yang kemudian dijawabnya bahwa iblis hanya menggoda orang yang beriman.

Ironisnya, demi terlihat melucu ucapannya kebablasan. Dia mengolok-ngolok Ahok karena ia non muslim.  ”Pernahkah Ahok kerasukan setan? Ndak, karena sesama setan dilarang saling menggoda,” ujar ustadz Somad. (video diunggah akun FSRMM TV, Rabu (14/09/2016).

Baca: Sebelum Pesekkan Rina Nose, Ternyata Ustad Shomad Samakan Ahok dengan Setan

4. Mengharamkan seorang istri memakai nama suami di belakang namanya dengan dalil ayat Al-Qur’an yang keliru atau tidak pas.

Ustadz Somad keliru karena dalil yang digunakan larangan anak angkat memakai nama orang tua angkatnya di belakang namanya. Karena sebenarnya ketika Al Qur’an menyebut istri nabi Luth misalnya, Allah menggunakan kalimat “imroata Luth” yang kalau diterjemahkan adalah “ibu Luth” sama dengan kita menyebut “bu Jokowi”. Artinya tidak ada larangan apalagi haram. (video diunggah akun Ustadz Lovers, Rabu (20/09/2017).

Baca: Ustad Shomad Figur yang Membingungkan, Ini Alasannya

5. Menyebut bahwa Rasulullah selama 40 tahun hidup tidak bisa mewujudkan Islam rahmatan lil 'alamin. Alasannya selama itu Rasulullah hanya sholih terhadap dirinya sendiri dan keluarga.

Bahkan Abdul Somad menyebut setelah wahyu turun pun, Rasulullah juga tidak bisa mewujudkan Islam rahmatan lil 'alamin. Rasulullah katanya tertekan dan ditekan orang-orang yang tidak senang kepada wahyu yang ia terima. Rahmatan lil 'alamin tidak terwujud dan akan terwujud setelah tegaknya khilafatun nubuwwah. Pernyataan Somad ini dilontarkannya pada Muktamar HTI di Riau, Agustus 2017. (video diunggah akun Ibnun Nasr, Ahad (07/01/2018).

Baca: Abdul Somad: Rasulullah Tidak Bisa Wujudkan Rahmatan lil 'Alamin

Baca: [Hasil Bahtsul Masail Se-Jawa Madura] Dianggap Menghina Nabi: Ceramah Dai yang Menyebut Nabi Muhammad Tidak Bisa Wujudkan Rahmatan Lil Alamin dst.

6. Mengatakan memperingati Hari Ibu haram, dengan menggunakan dalil "man tasyabbaha bi qoumin..." "Barangsiapa yang mengkuti tradisi orang kafir, maka kafirlah dia," kata Somad. Dia menyebut hari ibu merupakan tradisi orang barat. (video diunggah akun TAMAN SURGA .NET, Jum'at (22/12/2017).


Somad tidak tahu sejarah Hari Ibu berawal dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 – 25 Desember 1928 di Yogyakarta, kemudian Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Baca: Bantahan Atas Ngawurnya Pernyataan Abdul Shomad Mengharamkan Peringati Hari Ibu 

7. Gahal paham Konflik di Suriah dengan mengutuk Presiden Bashar Al Assad dan menganggapnya sebagai pembunuh.

Somad bilang Bashar Al-Assad telah membunuhi umat Islam secara massif dan kejam yang disamakannya dengan kekejaman Komunis Soviet dan negara-negara komunis lain. Tak hanya itu, Bashar Al-Assad juga disebut mendatangkan kekuatan kafir Rusia untuk menggempur kaum Muslimin dan menghancurkan kota-kota.

Singkatnya, hanya bermodal info media pro pemberontak, Somad memandang konflik Suriah sektarian antara Sunni dan Syiah. Padahal kita tahu, bicara konflik di Suriah sangat komplek dan tidak lepas dari kepentingan politik dan ekonomi. (Pernyataan Somad diunggah di Facebooknya, Rabu (07/03/2018) sekitar pukul 17.00).

Baca: Kesaksian Mahasiswa di Suriah Ini Bantah Telak Statement Ustad Abdul Somad 

8. Menyebar hoax Rois Syuriah PBNU Kiai Ahmad Ishomuddin. Kia Ishom juga disebut Haji Ola Ulun (Haji Ola, Bersunnat Belun).

Somad hendak melucu. Sayang kebablasan dan menyinggung orang lain. “Ishomuddin itu sudah dicopot (dari MUI) jangan takut lagi dengan Ishomuddin,” kata Abdul Somad, dalam video yang diunggah Generasi Muda NU (17/03/2018).


Pernyataannya membuat kesal Shally Widya Savitri (Istri Kiai Ishomuddin) dan membantahnya melalui akun Facebook pribadinya. [dutaislam.com/pin/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini