Jumat, 02 Maret 2018

Dokumentasi Dialog Fiqh KH Achmad Masduqi Mahfudh


Oleh Ana Bintzein

DutaIslam.Com - Berangkat dari kaidah ushul fiqh al-hukmu yaduuru, kalangan nahdliyin memiliki tradisi intelektual berupa forum Bahtsul Masaail, dimana forum ini menyumbangkan manfaat yang besar bagi umat Islam mengingat keingin-tahuan umat terhadap masaail fiqhiyyah semakin kompleks dan perlu segera diberikan solusi hukum yang relevan. Sedangkan masih banyak pihak yang tidak atau belum mumpuni untuk melakukan istinbath hukum, baik dalam pengertiannya menggali hukum dari sumber asal, yakni al-Quran dan Hadits maupun dari kutub al-fuqaha.

AULA sebagai majalah NU yang diterbitkan oleh PWNU Jawa Timur memberikan ruang bagi pembacanya berupa rubrik Bahtsul Masaail. Sehingga diharapkan melalui rubrik ini apa yang menjadi pertanyaan umat mengenai berbagai persoalan sosial keagamaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat luas diinventarisir dalam wadah yang tepat. Selain itu, manfaatnya juga dapat dirasakan dalam spektrum yang lebih luas.

Upaya menghimpun kembali apa yang dimuat dalam rubrik Bahtsul Masaail Majalah AULA yang diasuh oleh al-Maghfurlah KH. Achmad Masduqi Mahfudh mulai tahun 1993-2007 inilah yang melahirkan sebuah buku dengan judul “Kyai Masduqi Menjawab”. Penting direnungi bahwa 15 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bisa kita bayangkan bagaimana beliau sangat konsisten dan ulet dalam berkhidmah untuk umat. Dengan dibukukannya tanya jawab hukum Islam bersama Kyai Masduqi secara kolektif, kita bisa membaca ritme pemikiran beliau sebagai sosok faqih dalam memutuskan sebuah hukum baik terhadap persoalan fiqhiyah maupun persoalan ketauhidan, dan akhlak. Maka buku ini merupakan fiqh warisan Kyai Masduqi yang patut disyukuri adanya.
___________________________
Judul Buku: Kyai Masduqi Menjawab (Tanya Jawab Hukum Islam Bersama KH. Achmad Masduqi Mahfudh)
Tim Pembukuan: Tim Nuha ’17 (Lulusan Madrasah Nurul Huda Mergosono Malang tahun 2017)
Penerbit: Khalista
Tahun: Cetakan I, Januari 2018
Deskripsi Buku: Hardcover, xxxiv + 549 hlm, 16,5x24 cm
___________________________

Untuk sementara, buku ini mendokumentasikan lebih dari 900 tanya jawab hukum Islam dalam rentang 1993-2000. Kendati dalam penyajiannya diurutkan per tahun, pembaca bisa mencari konten yang dikehendaki di bagian akhir buku yang dikelompokkan secara tematik meliputi ; 1. Aqidah, 2. Tasawuf dan akhlak, 3. Seputar Madzhab, 4. Fiqh Thaharah, 5. Fiqh Shalat, 6. Fiqh Jenazah, 7. Fiqh Zakat-Pajak dan Seputarnya, 8. Fiqh Puasa, 9. Fiqh Haji, 10. Fiqh Munakahat, 11. Fiqh Mawarits, 12. Fiqh Mu’amalat, 13. Fiqh Wakaf, 14. Fiqh Qurban dan Makanan-minuman, 15. Fiqh Pendidikan, 16. Fiqh Medis, 17. Fiqh Aurat, Busana, dan Perhiasan, 18. Fiqh Seni-Budaya dan Olahraga, 19. Fiqh Organisasi, 20. Fiqh Jinayat, 21. Fiqh Siyasah, 22. Doa, Amaliyah, dan Tradisi, 23. Al-Quran dan Tafsir, 24. Masaail Syatta.

Sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Timur kala itu, tentu KH. Achmad Masduqi Mahfudh sangat memahami metode dalam menjawab persoalan yang diajukan, dimana metode tersebut sejalan dengan ‘semangat’ fiqh sesuai terminologinya, “al-Ilmu bi al-ahkam al-syar’iyyah al-’amaliyah al-muktasab min adillatiha at-tafshiliyyah”. Secara garis besar –sebagaimana metode yang biasa digunakan para ulama’ dalam ber-istinbath-, dalam buku ini Kyai Masduqi menggunakan tiga metode istinbath al-ahkam. 1) Metode tekstual (qauly) yakni merujuk langsung pada qaul para mujtahid baik mujathid mutlak maupun muntashib. 2) Metode analogis (ilhaq) yakni menentukan hukum suatu perkara yang belum ada nashnya berdasarkan hukum perkara lain yang ada nashnya. 3) Metode manhaji yakni dengan dilandaskan pada kaidah-kaidah ushuliyyah dan kaidah-kaidah fiqhiyyah. Melalui ketiga metode inilah, jawaban yang dirumuskan sangat mungkin bersifat applicable dan kontekstual.

Jika kita lihat, dasar pengambilan hukum yang beliau jadikan rujukan terdapat kurang lebih 150 kitab, terdiri dari kitab-kitab Fiqh, Tafsir dan Hadits, kitab-kitab Mu’tabarah dari empat madzhab baik berupa kitab matan, syarah, dan hasyiyah-nya, seperti Hasyiyah I’anatut Thalibin karya Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha ad-Dimyati,  al-Jami’ li Ahkami al-Qur’an karya Abdillah al-Qurtuby, dll. Juga tidak ketinggalan kitab para ulama’ kotemporer, seperti al-Fiqh al-Islam wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Zuhaili, Rowa’iul Bayan dan Shofwah al-Tafasir karya Syekh Muhammad Ali as-Shobuni, Yas'alunaka fid Dini wal Hayah karya Dr. Ahmad as-Syarbasyi, dll. Hal ini mencerminkan betapa seriusnya beliau dalam menjawab persoalan keislaman yang ada.

Akhir kata, bisa dikatakan bahwa buku ini merupakan kumpulan hasil ijtihad tokoh sentris seorang KH. Achmad Masduqi Mahfudh. Akan sangat bermanfaat untuk dibaca oleh kalangan awam, santri, asatidz, tokoh agama, kyai, dan siapapun yang memiliki himmah untuk mengetahui lebih banyak mengenai hukum Islam. Wallahu a’lam. Selamat membaca! [dutaislam.com/gg]

Ana Bintzein, Santriwati PPSS Nurul Huda Mergosono Malang.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini