Minggu, 25 Maret 2018

Diduga Menyebut Tahlil Datangkan Jin, Ruqyah RSJ di Jepara Ditolak

Foto kegiatan ruqyah yang diambil Dutaislam.com dari banner akun Facebook RSJ. 
DutaIslam.Com - Bermula dari foto viral logo NU yang ditutup cat putih di Masjid Baiturrohman, Demaaan, Jepara Kota, beberapa pemuda NU yang tergabung dalam Banser GP Ansor Kec. Kota, Kab. Jepara melakukan investigasi. Mereka turun ke lapangan untuk mengetahui penyebab logo NU yang dicoret dengan cat putih tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan beberapa waktu, Abdullah Emha, - anggota Banser Kota yang ikut terjun lapangan,- mendapatkan keterangan bahwa masjid Baiturrohman akan dijadikan tempat kegiatan oleh Ruqyah Syar'iyyah Jepara (RSJ) pada Ahad, 25 Maret 2018.

Temuan Emha dan Ansor Kota itu menjadikan investigasinya makin menarik. Pasalnya, kata Emha, pasca ikuti ruqyah, ada tiga anggota jamaah Nuruddin Mantingan, majelis Habib Muhsin (Jepara), yang terbukti berani berbicara tidak sopan menuduh tradisi di NU sebagai bid'ah, termasuk tahlilan dan juga maulid.

Master ruqyah yang rencananya didatangkan ke Masjid Baiturrohman (dulunya mushalla) Demaan itu bernama Rinda, seorang perempuan yang beralamat di depan makam Sultan Hadirin Mantingan. Namun setelah terjadi pertemuan dengan ta'mir masjid Mulyadi, logo NU ternyata tidak ada kaitan dengan ruqyah.

Ruqyah RSJ Jepara Ditolak Warga


"Tidak ada hubungannya dengan ruqyah," kata Emha kepada Dutaislam.com, via telepon, Ahad (25/03/2018) siang. Diketahui, logo NU mulanya ditutup cat putih oleh tokoh sepuh di desa Demaan. Baca: Panglima ISIS Indonesia Ini Dirikan Pusat Ruqyah Untuk Danai Operasinya.

Kini logo NU yang sebelumnya ter-cat hijau sudah dihapus dan berganti warna catnya jadi putih karena sudah dikembalikan sendiri oleh yang menutup logo.

"Sudah dikembalikan. Cat putih yang menutupi sudah dihapus. Yang penting tidak ada maksud (jelek) menutup logo NU," ujar Emha.

ruqyah syariyyah jepara
Logo NU yang ditutupi cat putih dikembalikan.
Jadi, bergantinya cat logo NU di masjid itu bukan karena adanya kegiatan ruqyah, karena kegiatan itu baru pertama kalinya hendak digelar di masjid tersebut dan batal. Hal itu juga diakui juga oleh Nur Arifin, pimpinan Ruqyah Syar'iyyah Jepara (RSJ) yang bermarkas di Pulodarat, Pecangaan, Jepara.

Arifin dan RSJ nya mengaku tidak ada kaitan dengan logo NU ditutup cat putih. "Lebih detailnya ke pengurus, kami hanya sebagai pemateri, tidak tahu menahu," tutur Arifin kepada Dutaislam.com, Ahad (25/03/2018).

Baca: Datang ke Ruqyah Aswaja, Hindari Ruqyah Wahabi!

Ia juga mengakui bahwa kegiatan ruqyah di masjid Baiturrohman Demaan adalah rencana kegiatan keduanya. Sebelumnya, RSJ pernah menggelar kegiatan ruqyah pertama di Desa Mantingan, Tahunan, Jepara, "yang ketiga di Kancilan, Bangsri," imbuhnya. Setelah Kancilan, Arifin dengan RSJ nya harus tenang dulu.

"Selanjutnya, kita masih musyawarahkan. Dengan situsasi kayak gini, kita tenang dulu. Mungkin ada hikmahnya," terang Arifin yang minta supaya kekisruhan ruqyahnya diselesaikan dalam majelis, "karena kurang tabayun, kesalahpahaman ini melebar ke media," tambahnya.

Ia juga membantah pernah menyampaikan hal-hal yang diperselisihkan itu, misalnya menyebut tahlilan dan maulid bisa mendatangkan jin, "kami tidak pernah menyampaikan seperti yang disampaikan itu," akunya.

Setelah ditolak warga Demaan, kabar terakhir acara ruqyah ala RSJ Nur Arifin Jepara itu ternyata juga ditolak oleh pengurus masjid Desa Ngabul, Tahunan, Jepara. Entah masjid mana lagi yang akan dijadikan "target" ruqyah, dan ditolak. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini